Pengrajin Bambu dari Rumpin di Ekspor Keluar Negeri

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu. com--Tanaman bambu, salah satu jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagian masyarakat. Salah satunya, dengan cara pembuatan rumah dan anyaman bilik, berbahan baku utama dari bambu.

Banyak jenis bambu paling banyak dimanpaatkan masyarakat rumpin. Salah satunya, jenis bambu hitam, bambu tali, bambu bitung, bambu haur, bambu mayan dan bambu andong.

Bacaan Lainnya

Menurut salah satu pengrajin bamboo mengaku, untuk jenis bambu tali dan andong, sebagian besar masyarakat rumpin, memanpaatkan bambu tersebut untuk pembuatan rumah dan gubug, yang hampir ditemukan disetiap ladang atau pos siskamling.

“Namun berbeda halnya, dengan bambu hitam dan bambu bitung, kedua jenis ini paling banyak untuk dijadikan bahan baku pembuatan gazebo dan saung-saung lesehan serta menjadi bahan baku dasar pembuatan kursi dan meja,’’kata Rusli pengrajin asal Desa Rumpin ini.

Menurut Rusli, selain itu, para pengerajin biasanya memanpaatkan bambu jenis lainnya, untuk kerajinan tangan, seperti tusuk sate, tusuk cilor, pembuatan ancak (tempat oncom, red), anyaman bilik, pengki, serta keperluan lainnya.

“Biasanya, para pengerajin menjual hasil kerajinannya ke kepengepul untuk distribusikan kembali kepasar-pasar tradisional di sekitaran Jakarta, Depok, Bogor dan Bekasi, bahkan hingga luar negeri,’’ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rumpin, Robi Setiawan mengaku, di Desa Rumpin sendiri, mulai menekuni kerajinan tangan sekitar  tahun 1980. Namun saat ini warga hanya memproduksi rumah bambu dan gazebo yang paling banyak diproduksi.

“Biasanya, para pemesan gazebo bukan hanya dari wilayah Jabodetabek, tapi ada juga dari luar negeri, seperti Malaysia, Turki, India dan Australi,’’beber Robi.

Robi menuturkan, untuk harga gazebo sendiri sangat bervariasi, tergantung jenis ukuran dan model. Biasanya, pengerajin memasarkan ukuran satu meter dihargai Rp500 ribu, hingga Rp2,5 juta.

“Namun ditengah pandemic saat ini ada penurunan pemesanan kerajinan bambunya. Tapi sebelum pandemi banyak yang pesan seperti gazebo atau saung lesehan, biasanya yang pesan itu kalangan ekonomi keatas,’’tukasnya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *