Penggarap VS PT.Buana Estate Berlanjut di Meja Hijau

  • Whatsapp
Pengadilan Negeri Cibinong (istimewa)

BOGOR,Ceklissatu.com-Konflik antara penggarap tanah Hak Guna Usaha dan PT.Buana Estate di Hambalang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin meruncing. Pasalnya, kedua belah pihak saling klaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya.

Bahkan, konflik tersebut sudah sampai di pengadilan yang kabarnya tanggal 18 bulan ini akan ada persidangan mengenai permasalahan tersebut.

Bacaan Lainnya

Dari penjelasan kuasa hukum PT.Buana Estate, Ariano Sitorus menjelaskan kepada Ceklissatu.com, bahwa pihaknya belum mengetahui ada jadwal sidang mediasi ke-3 dari PN Cibinong pada tanggal 18/11/2020 mendatang.

“Saya baru tahu hari Jum’at ini, bahwa ada surat dari PN Cibinong dan saat ini kami lagi membuat surat kuasa. Namun saya juga belum mengetahui kalau pada tanggal 18 ada sidang mediasi, seharusnya tidak seperti ini dong karena kami sebelum sidang harus menyiapkan dan mempelajari gugatan selain untuk menyiapkan surat kuasa,”kata Ariano pada ceklissatu.com saat di konfirmasi via sambungan telpon seluler.

Musnahnya Harapan Petani Bukit Hambalang di Gerus Escavator dan Bulldozer

Ketika disinggung sikap arogansi perusahaan karena dengan kekuatannya dengan menggunakan escavator dan bulldozer, meratakan bangunan yang diklaim perusahaan bahwa penggarap berada di tanah milik Buana Estate.

Baca Juga : Musnahnya Harapan Petani Bukit Hambalang di Gerus Escavator dan Bulldozer 

“Itukan tanah kami, ngapain mendirikan bangunan di tanah orang mereka itu penggarap ilegal karena tidak ada izin dari kita. Dan sekarang mereka menggugat kita, dasar mereka apa,karena kami memiliki tanah ini sejak tahun 1976″jawab Ariano.

Sekedar diketahui, para penggarap tanah HGU di bukit Hambalang,Tatang Hadi cs dituding menyerobot lahan yang bukan haknya. Karena serombongan orang dengan arogansinya membawa alat berat escavator dan bulldozer mengaku dari PT.Buana Estate  membongkar bangunan dan meratakan tanaman milik para petani penggarap.

Sementara itu, Didik salah satu penggarap tanah mengatakan, kalau PT Buana Estate menghormati hak para penggarap tolong diganti yang telah dirusak dan tunjukkan alas hak tanah kalau tanah itu hak PT Buana Estate dan di depan hakim,”Biar pak hakim yang memutuskan mas,” tegasnya.

Penulis – Anwar

Editor – Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *