Penerapan PPKM, PKL di Kawasan Puncak Terpaksa Gulung Tikar

  • Whatsapp
Suasana di kawasan Puncak, Bogor yang saat ini sepi wisatawan. Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Kawasan Puncak, Bogor selama ini menjadi rumah untuk menggantungkan hidup sebanyak 80 persen dari warga yang ditinggal disekitar Puncak, Bogor. Namun semenjak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan, kawasan Puncak, Bogor kini sunyi karena jalur menuju kawasan Puncak, Bogor diperketat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak, Teguh Mulyana menyebutkan, sejak PPKM diberlakukan sekitar 20 persen Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor sudah tak memberikan pilihan lagi bagi PKL untuk bergerak alias gulung tikar. Lantaran sepinya wisatawan membuat pendapatan menurun drastis.

Bacaan Lainnya

“Pedagang yang tutup mah sekitar 20 persen, karena kalau pun buka seringnya nggak abis,” kata Teguh, kepada Ceklissatu.com, Kamis (5/8/2021).

Sebab, meskipun mereka tetap beroperasi, hal itu sangat sulit karena jualan utama di kawasan itu adalah suasananya. Sedangkan wisatawan yang ke Puncak, Bogor saat ini sepi. Terlebih pedagang yang menyajikan makanan matang, karena makanan tersebut sering kali tersisa dan terpaksa dibuang.

“Kayak soto, kuliner itu kalau tidak ada tamu kan dibuang ya mending tutup. Bakso juga kan nggak kuat sampe 3-4 hari, kalau nggak abis ya dibuang. Biasanya kalau Sabtu Minggu udah abis dari pagi. Beda oleh-oleh mah masih bisa (tahan lama),” ungkapnya.

Data dari Pokdarwis Puncak, Bogor ada sebanyak 32 pangkalan antar jemput tamu khusus Timur Tengah yang para sopir travelnya terpaksa banting setir menjadi pedagang keliling. Sebab tidak ada para wisatawan asing yang datang ke kawasan Puncak.

“Ada travel khusus tamu Timur Tengah jumlahnya 32 pangkalan biasanya antar tamu menjemput dari bandara tapi tamunya nggak ada. Tamu Timur Tengah biasanya pertahun sampai 3.000 wisatawan,” ungkapnya.

Para pedagang, pelaku usaha menengah dan seluruh paguyuban yang tergabung dalam Kopdarwis berharap PPKM ini tidak diperpanjang agar wisatawan kembali datang ke Puncak. Kata Teguh, mereka pun siap melaksanakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Nah ini hanya ingin menyampaikan saja, ya mungkin pihak terkait, pemerintah bisa merespon dan memperhatikan pelaku pariwisata. Kuncinya adalah kunjungan wisatawan, kalau itu nggak ada (wisatawan) yaudah kita tutup,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang atau para pelaku usaha di Kawasan Puncak, Bogor mengibarkan bendera putih. Hal itu dilakukan sebagai tanda menyerah terhadap pandemi Covid-19 serta aturan PPKM yang ditetapkan pemerintah.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *