Pendapatan Retribusi Sampah Mulai Normal

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Pendapatan restribusi sampah perlahan mulai normal seiring dengan pelonggaran sejumlah sektor di tengah pandemi Covid-19.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi, Rudi Andryanto mengatakan, penerapan PPKM Darurat membuat sektor usaha perhotelan dan pariwisata tutup. Bahkan pendapatan dari retribusi persampahan hilang sangat besar, karena pelaku usaha meminta penurunan tarif retribusi hingga meminta pengangkutan dihentikan.

Bacaan Lainnya

Di satu sisi, sampah rumah tangga meningkat 20 persn karena masyarakat banyak berada di rumah, karena pemberlakuan work from home (WFH).

“Pelonggaran sektor perhotelan dan pariwisata memberikan dampak positif dari sisi pendapatan retribusi.
Sebelum diterapkan PPKM level 3, restoran besar dan hotel banyak tutup, padahal produksi sampah tertinggi itu ada di tempat usaha makan dan minum,” kata Rudi.

Dia mengaku sejak awal Oktober 2021, sudah banyak yang mengajukan kembali pengangkutan sampah. “Ada beberapa hotel dan restoran besar yang kembali mengajukan agar diangkut, tarif retribusinya pun harga nornal,” katanya.

Sementara itu, Humas PHRI Kabupaten Bogor, Djuanedi mengatakan, PPKM level 3 masih belum berpihak kepada pelaku usaha hotel. Saat ini hotel masih hanya menerima tamu umum yang jumlahnya masih terbatas.

“Kalau hanya mengandalkan tamu umum, hotel belum bisa menutupi biaya operasional,” ujar Djunaedi.

Keuangan hotel akan berada dalam posisi aman ketika kegiatan rapat instansi bisa berjalan. “Tanpa kegiatan instansi, keuangan kami di hotel masih terganggu,” jelas dia.

Meski demikian, pelonggaran kegiatan usaha pada sektor hotel dan restoran kali ini juga telah membantu mengurangi beban operasional terutama soal biaya listrik. “Jujur saja untuk bayar listrik dan gaji ini masih sangat berat,” ucap GM Hotel Accram ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *