Pencegahan Covid-19 di Kota Bogor Gunakan Pergeseran Anggaran untuk Kebutuhan Mendesak

  • Whatsapp
Wali Kota Bogor Bima Arya

BOGOR, Ceklissatu.com – Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan bahwa pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kota Bogor membutuhkan anggaran dan logistik yang cukup untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), masker, hand sanitizer dan lain sebagainya.

“Juga antisipasi pembangunan tempat isolasi bagi pasien dalam perawatan yang mungkin saja angkanya bisa meningkat jika melihat perkembangan beberapa hari terakhir,” ungkap Bima Arya di kediamannya, Kamis (19/3/2020).

Bacaan Lainnya

Untuk itu, Bima Arya memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bogor untuk menggeser semua anggaran yang bisa ditunda atau dibatalkan. Instruksi ini tertuang pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang membolehkan pergeseran anggaran untuk kebutuhan mendesak.

“Saya perintahkan seluruh OPD untuk menggeser semua anggaran yang bisa ditunda atau dibatalkan untuk dialokasikan bagi penanggulangan Virus Corona. Anggaran untuk rapat, kunjungan kerja, makan dan minum agar segera digeser untuk penanggulangan Corona.
Pemkot bersama DPRD akan anggarkan juga dari alokasi Biaya Tak Terduga (BTT). Saat ini Dinas Kesehatan dan RSUD tengah lakukan simulasi untuk menghitung perkiraan kebutuhan
biaya,” jelasnya.

Selain dari APBD, kata Bima, biaya penanggulangan Corona juga akan berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR). “Sejumlah pengusaha sudah nyatakan kesiapannya,” tandasnya.

Rumdin Jadi Crisis Center

Bima Arya juga telah menginstruksikan agar Rumah Dinas Wali Kota Bogor di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Tengah, dijadikan sebagai Crisis Center atau pusat koordinasi dan informasi penanggulangan Covid-19.

“Bagi warga yang ingin mengetahui informasi resmi terkait Virus Corona di Kota Bogor bisa diakses di covid19.kotabogor.go.id yang menyuguhkan peta digital jumlah ODP, PDP atau yang positif. Ini sebagai wujud transparansi agar kita semua waspada, jaga-jaga dan jaga jarak untuk sementara waktu agar memutus wabah ini. Hindari keluar rumah apabila tidak ada kebutuhan
mendesak,” ujar Bima.

Hingga Kamis, 19 Maret 2020, update data hingga jam 14.00 WIB sebagai berikut: Orang Dalam Pemantauan (ODP) 74 orang dengan 21 orang diantaranya sudah selesai masa inkubasi. Untuk
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 6 orang dengan 1 orang diantaranya sudah dinyatakan
selesai pemeriksaan dan sehat. Untuk pasien terkonfirmasi positif di Kota Bogor masih nihil.

“ODP ini karena orang-orang yang baru pulang dari luar negeri. Makanya nambah jadi 74 orang. Jadi, sebaiknya memang terus menjaga-jaga dan jaga jarak. Iru pesan saya. Betul-betul di perhatikan instruksi-instruksi yang sudah di sebarkan, tidak keluar rumah kecuali sangat-sangat mendesak,” pungkasnya.

Penulis: Ayatullah

Editor: Edwin Suwandana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *