Penataan GOR Pajajaran Jadi Skala Prioritas Nasional

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Hanafi Kepala Bappeda Kota Bogor Jawa Barat menyatakan, pembangunan sarana transportasi di Kota Bogor menjadi satu dari lima pokok pembahasan, empat lainnya adalah pengembangan kawasan Cirebon, Patimban dan Kertajati, pengembangan Jawa Barat bagian selatan, pengembangan kawasan perkotaan cekungan Bandung dan pengembangan wilayah Bogor, Depok, Puncak, Cianjur.

“Di Kota Bogor ada beberapa kegiatan infrastruktur yang menjadi skala prioritas nasional yang dibutuhkan untuk mendukung transportasi dan sebagainya di Kota Bogor,” kata dalam rapat koordinasi virtual yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Rabu (18/2/2021).

Bacaan Lainnya

Hanafi melanjutkan, beberapa titik di Kota Bogor yang perlu diintervensi skema pembiayaan pusat, di antaranya rencana pembangunan underpass pintu kereta Kebon Pedes, penataan GOR Pajajaran, di mana Kota Bogor berencana mengajukan diri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda). Selain itu juga untuk keperluan liga dan sebagainya serta proyek Trem.

“Kota Bogor siap menjadi tuan rumah Porda (Pekan Olah Raga Daerah) Jawa Barat tahun 2026, sehingga membutuhkan kesiapan fasilitas olah raga yang lebih layak,” katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bogor mengusulkan bantuan pembiayaan melalui kementerian terkait. “Artinya beberapa kegiatan infrastruktur yang tidak bisa dibiayai oleh Kota Bogor, maka mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat,” kata dia.

“Kita akan berupaya meminta bantuan ke pemerintah pusat dalam hal ini melalui kementerian terkait. Artinya beberapa kegiatan infrastruktur yang tidak bisa kita biayai berarti kita menggunakan skema pembiayaan dari pemerintah pusat,” katanya

Usulan lainnya yang disampaikan Pemerintah Kota Bogor kepada pemerintah pusat adalah, pembangunan jembatan layang atau “fly over” di Jalan MA Salmun, dan penataan kawasan Stasiun Bogor.

“Salah satu usulan Kota Bogor yang menjadi skala prioritas nasional dan telah terealisasi adalah jembatan layang di Jalan RE Martadinata,” ujarnya.

Menurut Hanafi, ada beberapa usulan lainnya yang belum terealisasi dan masih ditindaklanjuti secara teknis, melalui koordinasi kepada Menko Kemaritiman dan Investasi.

 

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *