Pemulihan Ekonomi Kabupaten Bogor Tertahan Pasca Keluar Aglomerasi

  • Whatsapp
Bupati Bogor Ade Yasin meninjau vaksinasi massal di Pondok Pesantren Darussalam Ciomas, Kabupaten Bogor, Kamis (23/9/2021). Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Satgas Kabupaten menyelenggarakan vaksinasi massal di 40 kecamatan selama bulan September dan Oktober 2021. Ceklissatu.com/Dwi Susanto

BOGOR, Ceklissatu.com – Bupati Bogor, Ade Yasin membeberkan sejumlah kerugian yang dialami Kabupaten Bogor pasca dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek oleh pemerintah pusat.

“Jadi ada imbas positif negatifnya dari kejadian tersebut. Karena pelonggaran tidak bisa dilakukan mengingat Kabupaten Bogor masih tertahan di PPKM Level 3,” keluh Ade Yasin.

Untuk imbas positifnya, Ade Yasin menyebut semua aparat dari tingkat desa, camat, pemda serta TNI-Polri bekerjasama untuk menanggulangi penularan covid-19 ini.

Sementara negatifnya, upaya pemulihan ekonomi tertahan karena sejumlah pengetatan dalam aturan.

“Imbas negatifnya adalah sejumlah sektor masih belum diperbolehkan untuk beroperasi diantaranya sektor pariwisata yang masih ada batasan-batasan yang harus diterapkan,” jelasnya.

Jika PPKM level 2 dapat diterapkan, sambungnya, maka sektor pariwisata bisa beroperasi secara maksimal. Apalagi di Kabupaten Bogor sendiri banyak masyarakatnya yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

“Seperti hotel, restoran serta tempat wisata rekreasi atau alam ini sudah paling siap untuk beroperasi secara maksimal. Karena dalam PPKM level 3 mereka dapat beroperasi namun dengan batasan tertentu,” paparnya.

Sementara jika hingga beberapa bulan kedepan Kabupaten Bogor masih berstatus PPKM level 3, Ade Yasin khawatir akan berdampak kepada pemulihan ekonomi yang sedang digalakkan oleh Pemkab Bogor.

“Karena kalau masih PPKM level 3 dengan segala pembatasannya berpengaruh menurunkan pendapatan masyarakat seperti saat ini. Hal itu juga berpengaruh ke pendapatan daerah,” tuturnya.

Sekedar informasi, Kabupaten Bogor dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek karena dinilai sebagai penghambat daerah lain untuk menerapkan PPKM Level 2 dengan sejumlah pelonggaran. Dimana capaian vaksinasinya masih sangat rendah.

Berdasarkan data per 24 Oktober 2021, capaian vaksinasi di Kabupaten Bogor mencapai 38,12 persen secara keseluruhan baik vaksin tahap pertama maupun kedua.

Sementara hingga Desember mendatang, Pemkab Bogor ditargetkan mampu menyelesaikan penyuntikan vaksin sebanyak 4,2 juta atau sekitar 70 persen dari jumlah penduduk sebanyak 5,8 juta jiwa.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *