Pemprov Jabar Terus Geliatkan Pariwisata di Tengah Pandemi

Pemprov Jabar Terus Geliatkan Pariwisata di Tengah Pandemi

Ceklissatu.com – Pemeritah Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus berupaya menggeliatkan sektor pariwisata di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kampanye dan promosi protokol kesehatan yang menjamin keamanan bagi calon wisatawan di destinasi wisata pun perlu digencarkan dengan memanfaatkan media sosial.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin ekonomi menggeliat, tapi keselamatan warga tetap yang utama,” ucap Kang Uu saat membuka Rapat Koordinasi Pemasaran Pariwisata Jawa Barat di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (2/10/2020).

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 440/1222-Pemas Tahun 2020 tentang Panduan Strategi: Adaptasi Kebiasaan Baru Bidang Parbudekraf berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Nomor 60 Tahun 2020 untuk menjadi acuan baik perorangan maupun industri pariwisata agar lebih memperhatikan protokol kesehatan.

Uu menegaskan, protokol kesehatan harus menjadi kesadaran bersama baik bagi pengelola maupun pengunjung destinasi wisata.

“Karena disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci untuk menekan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Di Jabar sendiri, sambungnya, Desa Wisata menjadi salah satu program untuk memulihkan pariwisata sekaligus ekonomi warga setempat.

Selain itu, pariwisata dinilai bisa mendongkrak indeks kebahagiaan warga Jabar di masa pandemi ini.

“Selain meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan pembangunan infrastruktur, pemerintah juga harus menjamin indeks kebahagiaan warganya, salah satunya dengan sektor pariwisata,” ungkapnya.

“Desa Wisata adalah sebuah potensi yang ada di Jawa Barat, karena Jawa Barat banyak sekali potensi wisatanya,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nia Niscaya mengatakan, ada empat pilar pengembangan pemasaran pariwisata, yakni pengembangan pasar, pengembangan citra, pengembangan mitra, dan pengembangan promosi.

Nia menjelaskan, adapun di masa pandemi Covid-19, setiap pihak termasuk masyarakat harus menyebarkan informasi terkait protokol kesehatan dan mengurangi berita bohong terkait kasus COVID-19 demi membangun kepercayaan bagi calon wisatawan untuk berkunjung ke lokasi wisata.

“Membangun kepercayaan untuk mengunjungi lokasi wisata melalui penerapan protokol kesehatan yang meliputi kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ramdhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *