Pemotor Nekat Tukar Plat Nomor Kendaraan, Demi Lolos dari Ganjil Genap

  • Whatsapp
Petugas amankan kendaraan roda dua (Honda Beat) di PosPol Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Banyak jalan menuju Roma, rupanya istilah ini cocok untuk menggambarkan modus baru yang digunakan pengendaraan roda dua yang kedapatan memakai plat nomor ganda.

Namun, petugas lebih jeli. Modus baru itu pun terendus oleh petugas. Pemotor gunakan modus itu agar lolos dari pemeriksaan uji coba ganjil genap di jalur menuju Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/9/2021). Polisi dapati, modus yang dipakai adalah menukar plat nomor kendaraan.

Bacaan Lainnya

KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ketut Laswarjana mengkisahkan awal mula temuan modus tersebut. Peristiwa itu terjadi di titik pemeriksaan ganjil genap jalur alternatif Rainbow Hills sekira pukul 13.00 WIB.

Awal mulanya, Polisi mencurigai motor Honda Beat berplat nomor B 4560 SKX yang menuju Kawasan Puncak.

“Jadi awalnya anggota kami curiga ada motor ini (Honda Beat) tidak pakai plat nomor di belakang. Hanya di depan saja,” kata Ketut Laswarjana, Sabtu (4/9/2021).

Lalu, ketika akan diperiksa oleh petugas, pemotor beralasan tidak membawa STNK. Namun, ketika diperiksa lebih lanjut diketahuilah bahwa plat nomor yang dipasang (Honda Beat) bukan yang asli melainkan plat nomor dengan jenis motor berbeda.

“Saat ini kan, cek plat nomor gampang, melalui aplikasi saja. Anggota teliti ketika dicek berbeda. Bukan motornya, tapi Nmax,” bebernya.

Kemudian, muncul pemotor lain yang merupakan pemilik plat nomor asli (Nmax).Berawal dari temuan itu, petugas berhasil bongkar modus baru tukar plat nomor agar lolos ganjil genap.

“Motor ini (Honda Beat) plat nomor aslinya ganjil B 4923 TPN, sedangkan hari ini kan genap. Jadi dia pinjam plat nomor dari motor lain supaya bisa lolos pemeriksaan ganjil genap ke arah Puncak” jelasnya.

Akibat perbuatannya, kedua pemotor yang diketahui berasal dari Jakarta pun akhirnya diamankan petugas ke Pospol Simpang Gadog, Kabupaten Bogor. Terhadap kedua pemotor, Polisi menindak dengan Pasal 280 yakni sanksi pidana 2 bulan atau denda maksimal 500 ribu.

“Keterangan sementara mereka tidak saling kenal. Hanya saja yang pemotor ini kasihan, ngelihat yang Beat tidak bisa lewat karena plat nomornya ganjil. Sampai saat ini, tidak ditemukan adanya transaksi (uang) jadi kami berikan sanksi tilang,” ungkapnya.

Ketut Laswarjana mengimbau kepada para wisatawan yang hendak menuju ke Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor agar bisa melengkapi surat kendaraan, sertifikat vaksin, dan para wisatawan harus sesuaikan plat nomor kendaraan dengan tanggal kalender ketika akan melintas ke Jalur Puncak.

“Silahkan yang mau ke Puncak kalau bisa jangan dulu karena sampai saat ini masih pandemi. Tapi kalau memang mau ke Puncak silahkan lengkapi surat kendaraan, sertifikat vaksin, kemudian sesuaikan plat nomor karena kita saat ini sedang uji coba ganjil genap jalur Puncak. Jadi pastikan plat nomor yang menuju ke Puncak sesuai dengan tanggal,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *