Pemkot Bogor Minta Atraksi GLOW Dikaji

  • Whatsapp
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto (tengah), Komisaris Utama PT. Mitra Natura Raya (MNR) Ery Erlangga (kiri) dan Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah Kedupatian Infrastruktur Riset BRIN Hendro Wicaksono (kanan) saat memberikan keterangan pers, di Balaikota Bogor, Selasa (28/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta pengembangan wisata GLOW Kebun Raya Bogor serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian lebih mendalam sebelum atraksi malam tersebut dibuka untuk umum.

GLOW merupakan sebuah program wisata dengan mengajak pengunjung untuk menjelajahi Kebun Raya Bogor pada malam hari. Nantinya dalam atraksi GLOW ini menggunakan instalasi lampu serta proyeksi visual yang membuat suasana menjadi gemerlap.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pengunjung akan ditemani iringan musik dan narasi cerita yang membuat pengalaman berwisata semakin menarik.

Namun, kelima mantan kepala Kebun Raya Indonesia periode 1981-2008 itu mengirim surat resmi berjudul ‘Menjaga Marwah Kebun Raya’. Mereka mengkritisi rencana atraksi malam GLOW karena dinilai berpotensi mengubah keheningan malam di Kebun Raya Bogor.

Oleh sebab itu, untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto meminta pihak terkait segera mengkaji lebih merinci sehingga menjawab semua kekhawatiran yang tengah mencuat.

“Saya minta agar konsep GLOW ini dikaji dengan melibatkan para pakar untuk bisa memberikan jawaban terkait kekhawatiran publik. Apakah nantinya adanya GLOW bakal mengganggu spesies di KRB atau seperti apa, ini semua harus dilakukan kajian secara ilmiah,” kata Bima, di Balaikota Bogor, Selasa (28/9/2021).

Terkait hal ini, kewenangan Kebun Raya Bogor dipegang oleh BRIN. Pemkot Bogor hanya memastikan adanya sinkronisasi antara pengembangan Kebun Raya Bogor dengan tata kota untuk bersama-sama melakukan kajian.

“Harus dipahami terkait kewenangan Kebun Raya yang dari dulu sampai sekarang menjadi otoritas dari LIPI yang sekarang jadi BRIN. Pemkot Bogor dalam hal ini berkoordinasi dengan Kebun Raya dan BRIN untuk memastikan adanya sinkronisasi antara tata kota, fisik kota dan pengembangan Kebun Raya,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot Bogor dengan pengembang atau PT Mitra Natura Raya dan BRIN menyepakati bahwa Kebun Raya Bogor merupakan pusat konservasi, pusat kajian atau riset. Oleh karenanya, kata Bima konsep pengembangan semestinya harus berpedoman pada prinsip tersebut.

“Apa pun hasilnya nanti akan kami koordinasikan lagi dengan pihak PT Mitra Natura Raya. Pada intinya kita akan pastikan semua berjalan sesuai dengan karakteristik Kota Bogor,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *