Pemkab Klaim Keolahragaan di Kabupaten Bogor Sudah Berkembang Pesat

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Bambang Setiawan mengklaim, keolahragaan di Kabupaten Bogor sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam tiga tahun terakhir.

Perkembangan itu terjadi setelah Kabupaten Bogor menjadi juara umum di gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) tahun 2018.

Bacaan Lainnya

“Juara umum yang kita raih tak lepas dari sarana dan prasarana yang kita punya. Sekarang kita sudah punya 22 sarana prasarana olahraga untuk menunjang olahraga di Kabupaten Bogor,” kata Bambang, Kamis (1/10/2020).

Bambang menuturkan, saat ini Pemkab Bogor tengah menyiapkan sarana dan prasarana olahraga sebagai upaya perbaikan sistem keolahragaan nasional yang kini mulai dibahas di tataran DPR-RI dengan menerbitkan
Rancangan Undang-undang (RUU) Sistem Keolahragaan.

Sarana prasarana itu, menurutnya, tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor. Seperti Cibinong, Sukaraja, Ciriung, Leuwiliang, Citereup, Cileungsi, Karadenan, Tanjungsari, Cariu, Jonggol, Cileungsi, Parung Panjang, Jasinga, Gunung Sindur, Parung, Rumpin, dan di Gunung Mas Puncak.

“Kita sudah punya sembilan GOR, 7 stadion mini, 3 gedung bela diri, 1 area paralayang, 1 lapangan tenis dan 1 Stadion Utama Pakansari,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi X DPR-RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Bogor. Hal itu dilakukan untuk melihat kondisi olahraga di daerah yang masih banyak bermasalah, sebelum revisi RUU Sistem Keolahragaan Nasional disahkan.

Anggota DPR RI Dewi Coryati, mengatakan jika di bidang olahraga masih banyak terjadi sengketa yang masih bermasalah. Begitu juga kaitan dengan penganggaran dan sarana prasarana yang belum dikelola dengan baik.

“Tujuan kami melakukan kunjungan kerja ini ingin melihat dan meninjau sejauh mana sarana prasarana olahraga di wilayah dikelola. Sudah baik atau belum. Karena saat RUU ini kita bahas, banyak sekali masukan untuk evaluasi. Makannya, kita juga ingin tahu kondisi di Kabupaten Bogor ini,” tegasnya.

Untuk itu, Politisi PAN ini meminta penjelasan sebaik mungkin dari daerah-daerah mengenai kondisi keolahragaannya untuk kemudian menjadi bahan RUU Sistem Keolahragaan Nasional yang saat ini tengah dibahas.

“Kita perlu sinkronkan dengan kondisi di lapangan. Karena setelah kami lakukan kunker baik dengan pengelola dan pelaku, masih banyak sekali yang harus kita benahi. Kita juga butuh masukan dari daerah-daerah,” pungkas Dewi.

Editor: Ramdhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *