Pemkab Bogor Respon Positif Fasilitas Pembinaan Haji Untuk FK KBIHU

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com– Perkembangan tentang aspirasi Jamaah Haji terkait kebutuhan fasilitas pelayanan dan pembinaan serta Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji di Kabupaten Bogor mendapatkan respon positif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

Sejak audiensi dengan Bupati Bogor Ade Yasin lalu dan melakukan studi komparatif ke Kabupaten Indramayu dan Tasikmalaya serta audiensi dengan Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor, akhirnya harapan FK KBIHU sebagai wadah bagi para KBIHU di Kabupaten Bogor yang memiliki ribuan Jamaah dapat terwujud secara bertahap. Terlebih, Pemerintah Daerah memberikan diluar ekspektasi sebagai bentuk perhatian kepada Jemaah Haji Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

“Kami minta sekitar 5.000 meter persegi untuk lahan, tapi diberikan sekitar 2 Hektar. Kami juga ditawarkan lahan di daerah Pakansari, tapi diberikan di Sentul City. Usulan perda untuk mengganti Perbup tentang penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Bogor pun juga disetujui,”kata Ketua FK KBIHU Kabupaten Bogor, Desi Hasbiyah kepada wartawan, Selasa (9/11/2021).

Desi menambahkan, sesuai rencana program ini masuk ke dalam anggaran 2023. Jadi menurutnya tidak ada kata lain selain pihaknya mengucapkan rasa terimakasih kepada Bupati dan SKPD terkait.

“Sangat menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bogor serta SKPD yang terkait yang telah berupaya mewujudkan aspirasi kami untuk Jemaah Haji yang jumlahnya waiting listnya sudah mencapai sekitar 75.000 saat ini ” ujarnya.

Tidak hanya itu dikatakan Desi dalam acara “Deseminasi Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Provinsi Jawa Barat Tahun 2021” beberapa waktu lalu di Hotel Agria – Tajur yang dihadiri oleh Dirjen PHU, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat dan Wakil Ketua Komisi 8 DPR RI, ia juga menyampaikan bahwa harus ada persamaan persepsi antara Kementerian Agama, DPR RI Komisi 8 dan FK KBIHU tentang unsur pembinaan yang saat ini harus menjadi titik sentral dalam penyelenggaraan haji di Indonesia.

“Mengingat waiting list yang cukup lama, sehingga mayoritas Jemaah Haji masuk dalam kategori lansia.Tetapi disisi lain Jemaah Haji dihadapkan pada perkembangan teknologi digitalisasi serta teknologi informasi dan komunikasi. Untuk itu perlunya dukungan fasilitas juga sangat diperlukan agar seluruh program pembinaan bisa dilaksanakan”katanya.

Lebih lanjut dikatakannya FK KBIHU berharap Kabupaten Bogor menjadi pilot project bagi kota/kabupaten lain dalam mencetak Jemaah Haji yang mandiri dan bertahan sesuai amanah UU juga mampu melahirkan Jamaah Haji pada masa kolonial Belanda, dimana masyarakat setelah melaksanakan ibadah haji menjadi sumber panutan dari berbagai hal.

“Dalam kata lain, indikator kemabruran haji bs terlihat d tengah-tengah masyarakat. Sehingga Visi Misi Kabupaten Bogor dalam Bogor Cerdas dan Berkeadaban dapat terwujud melalui Penyelenggaraan Ibadah Haji,”pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *