KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Kementerian Sosial berencana membangun 200 Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini dibuat bagi mereka yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE) dan masuk di desil satu serta desil dua, yaitu kelompok 20 persen penduduk dengan kondisi ekonomi paling rendah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan berasrama dan sepenuhnya gratis. Pemerintah akan menanggung semua biaya, mulai dari seragam, peralatan sekolah, hingga kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum.
“Sekolah ini berasrama, gratis mulai dari baju, peralatan sekolah maupun keperluan lainnya seperti makan dan minum ditanggung oleh pemerintah”, ungkap Saifullah Yusuf digedung Setda Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis (13/3/2025).
"Kami menargetkan sekolah ini mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan kapasitas sekitar 300-350 siswa per jenjang, sehingga totalnya mencapai 1.000 siswa per sekolah," sambungnya.
Program ini akan mulai dijalankan tahun ini dengan mempertimbangkan kesiapan di berbagai daerah.
Saat ini, Kemensos tengah berkoordinasi dengan bupati, wali kota, dan gubernur untuk menentukan lokasi yang sesuai.
"Kami meminta kepala daerah yang memiliki aset atau tanah agar mengusulkan ke Kementerian Sosial. Setelah kami evaluasi, jika memenuhi kriteria, pembangunannya bisa dimulai tahun ini," jelasnya.
Untuk Jawa Barat, Saifullah berharap dapat membangun lebih dari 30 sekolah, meskipun target awalnya 20-30 sekolah. Kabupaten Bogor termasuk daerah prioritas dalam program ini.
“Target kami 20 sampai 30 di Jabar, Kabupaten Bogor jadi salah satu yang prioritas,” pungkasnya.
Comment