Pemerintah Berencana Jadikan Tes PCR Syarat Perjalanan Semua Moda Transportasi

  • Whatsapp
Petugas memeriksa dokumen, surat dinas, dan bukti swab test pengendara di pos penyekatan pintu keluar Tol Gadog, Bogor, Sabtu (8/5/2021). Foto: Wulan

JAKARTA, Ceklissatu.com – Pemerintah berencana menjadikan tes PCR sebagai syarat wajib perjalanan semua moda transportasi. Kebijakan itu diterapkan guna mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada masa libur Natal dan tahun baru.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya belajar dari negara lain. Menurutnya, negara-negara lain memperketat penerapan 3M dan 3T menjelang libur akhir tahun.

“Terkait dengan kewajiban penggunaan PCR yang dilakukan pada moda transportasi pesawat yang banyak dikritik, dapat kami sampaikan bahwa hal ini ditujukan utamanya untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata. Secara bertahap penggunaan tes akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Natal tahun baru,” kata Luhut dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Pemerintah memprediksi mobilitas masyarakat akan terus meningkat hingga akhir tahun. Saat ini, tingkat mobilitas masyarakat yang menuju ke Bali saja sudah melampaui tingkat mobilitas libur akhir tahun lalu.

Sebagai pelengkap pengetatan kebijakan tes PCR, pemerintah berencana menurunkan harga tes hingga Rp300 ribu. Selain itu, hasil tes PCR juga akan berlaku selama 3×24 jam. Luhut memahami sejumlah kelompok masyarakat mengeluhkan syarat tes PCR untuk berpergian. Akan tetapi, pemerintah harus tetap menerapkan aturan itu sebagai upaya pencegahan.

“Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran yang semakin meningkat karena mobilitas penduduk yang meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir,” kata dia.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *