Pemeriksaan SRTP tidak Sedikit Calon Penumpang KRL Stasiun Bojonggede Kembali Pulang

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com– Hari pertama pemeriksa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) di Stasiun KRL Commuter Line Bojonggede, Kabupaten Bogor pada Senin pagi (12/7/2021) tidak sedikit calon penumpang KRL yang kembali pulang.

Calon penumpang KRL Anggi (28) yang bekerja di Jakarta mengatakan pihaknya terpaksa harus kembali pulang karena tidak bisa masuk stasiun ada pemeriksaan SRTP oleh petugas.

Ia mengaku belum tahu adanya syarat wajib mulai tanggal 12 Juli 2021 selama PPKM Darurat ada pemeriksaan SRTP.

“Kecewa si, mana banyak kerjaan lagi terpaksa pulang lagi mau lewat angkutan lain ada Penyeketaan juga, paling nanti telepon bos dulu agar dibuatkan SRTP,”katanya.

Hal serupa diungkapkan Agus (40) ia mengaku tidak bisa naik KRL commuter line di stasiun Bojonggede lantaran dirinya tidak bisa menunjukan surat sebagai syarat untuk naik KRL.

“Saya mau vaksin di Caringin tapi ini gak bisa katanya harus bawa surat keterangan dari pihak desa rt,”katanya.

Sementara menurut Edi Nursalam Direktur Prasarana BPTJ Jabodetabek Kementerian Perhubungan mengatakan antrean calon penumpang untuk saat ini cukup kondusif.

Edi menambhakan hari pertama pemeriksaan SRTP di Stasiun KRL Commuter Line Bojonggede memang tidak sedikit calon penumpang yang kembali pulang.

Mereka yang pulang karena tidak menunjukkan SRTP yang bekerja disektor esensial dan kritikal.

Memang lanjutnya tidak jarang calon penumpang yang bekerja disektor informal.

“Kami pun sempat kebingungan karena masih banyak calon penumpang KRL yang ingin naik Kereta itu di sektor informal,”katanya.

Kapolsek Bojong Gede, AKP Dwi Susanto mengatakan situasi di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (12/7/2021) saat pemberlakuan PPKM Darurat, berlangsung kondusif dan tidak ada penumpukan calon penumpang pengguna KRL Commuter Line.

Dwi Susanto mengatakan, tertibnya calon penumpang tidak terlepas dari evaluasi penumpukan massa yang terjadi pada pekan lalu.

Dari sana, imbuh Dwi, petugas gabungan, TNI, Polri, Pol PP, Dinas Perhubungan, langsung bergerak cepat melakukan pengawasan dan penegakan disiplin.

“Jadi Senin pagi hari ini kita sudah antisipasi pembelajaran dari minggu kemarin, kita lihat juga yang tidak memiliki STRP tidak bisa naik kereta, untuk itu kami bersama tiga pilar kami melakukan penyekatan di stasiun Bojonggede,” pungkasnya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *