Pemda Kabupaten Bogor Libatkan Ormas Dalam PSBB, Apa Bisa?

  • Whatsapp
Bupati Bogor Ade Yasin

BOGOR, Ceklissatu.com-Organisasi Masyarakat (Ormas), akan dilibatkan dalam pengawasan penegakkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, keterlibatan Ormas atau pun masyarakat, akan membantu pemerintah dalam menegakkan aturan selama PSBB pra-AKB berlaku.

Seperti melakukan operasi protokol kesehatan di tempat keramaian. Mulai dari pusat perbelanjaan, ataupun tempat makan.

“Agar lebih efektif, kita ajak dan libatkan masyarakat maupun ormas dalam melaksanakan sosialisasi serta patroli,” kata Ade Yasin, Senin (5/10/20).

Dalam aturan PSBB pra-AKB yang berlaku hingga 27 Oktober mendatang, Pemkab Bogor melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2020, diantaranya mengatur operasional pasar tradisional mulai dari pukul 04.00 WIB sampai 16.00 WIB. Sedangkan Mal, supermarket dan minimarket dari pukul 10.00 WIB sampai 20.00 WIB.

“Untuk pasar rakyat pengunjung dibatasi 50 persen. Supermarket dan minimarket juga 50 persen. Kalau mal itu 60 persen jumlah pengunjung,” kata Ade Yasin.

Tak hanya tempat-tempat usaha, Pemkab Bogor pun masih melarang taman publik untuk beroperasi.

“Untuk pembatasan jam malamnya, kita longgarkan. Dari sebelumnya pukul 19.00 WIB, menjadi 20.00 WIB. Tapi tetap dengan pembatasan jumlah pengunjung dan protokol kesehatan. Ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19,” tegas Ade Yasin

Editor : Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *