Pedagang Pasar dan Pekerja Ritel di Kota Bogor Wajib Vaksin

  • Whatsapp
Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Muzakkir saat meninjau Pasar TU, Kemang, Kota Bogor. Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Kedepan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor akan menerapkan kebijakan wajib vaksin Covid-19 terhadap seluruh pekerja ritel di Kota Bogor. Hal tersebut juga akan diterapkan pada pedagang dan pemilik kios di pasar tradisional.

Berdasarkan data dari Disperindag Kota Bogor, jumlah pekerja ritel yang sudah disuntikkan vaksin Covid-19 ada sekitar 8.400 orang. Sementara yang belum sebanyak 10.800 orang.

Bacaan Lainnya

Kepala Disperindag Kota Bogor, Ganjar Gunawan menuturkan, vaksinasi Covid-19 terhadap pekerja ritel tergantung dari ketersediaan vaksin. Selain itu juga tergantung dari sasaran yang ditentukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor sesuai arahan pusat.

“Kemarin, kita terkendala dimasalah domisili, jadi awalnya kebijakan pemda yang divaksin adalah yang khusus warga kota, karena ketika didrop vaksin dicek pusat digunakan warga mana, ini kendalanya. Sehingga setelah tahap pertama los, tahap dua hingga empat berbasis KTP,” kata Ganjar, Senin (23/8/2021).

Karena hal itu, menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Sebab banyak warga luar Kota Bogor yang bekerja di sektor ritel. “Misalnya kerja diswalayan, di mal, banyak warga pinggiran yang masuk ke kota, nah itu kita koordinasikan dengan Dinkes,” ujarnya.

Ganjar mengaku sempat terbantu dengan bantuan 20.000 vaksin yang dilakukan di Mall Transmart, Yasmin karena banyak pegawai ritel yang pada akhirnya mendapatkan jatah vaksin Covid-19. Namun, kata Ganjar, pemberian vaksin masih sangat tergantung dari ketersediaan vaksin yang ada pada Dinkes.

Sementara terpisah, Direktur Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Muzakkir mengaku tengah membahas kebijakan yang mengatur pedagang wajib bervaksin sebagai syarat untuk membuka kios, dan lapak di pasar tradisional. Kebijakan itu dinilai dapat menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

“Saya sudah bahas dengan Pak Walikota, jadi seluruh pedagang kedepan harus divaksin, baru boleh buka toko,” kata Muzakkir.

Pedagang yang sudah divaksin, hingga saat ini baru mencapai sekitar 30 hingga 40 persen, sedangkan sisanya yang belum itu merupakan yang masih menunggu alokasi vaksin dan penyesuaian domisili khusus bagi warga yang memiliki KTP Kota Bogor.

Sedari awal, Perumda PPJ melakukan pendataan pedagang ada sebanyak 9.000 orang dari total 22.000 pedagang dan karyawan yang menjadi prioritas vaksin Covid-19.

Menurutnya, banyak pedagang yang mendaftar pada link pendaftaran vaksin yang saat ini tengah disediakan Pemkot Bogor.

“Saya belum tarik data kembali, terakhir data kita 4.000 hingga 5.000 orang sudah divaksin,” jelasnya.

Namun, Muzakkir mengaku tengah berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bogor agar kembali mengalokasikan vaksin bagi pedagang pasar di Kota Bogor. “Harapan kita dalam dua minggu ini, pedagang bisa divaksin, kedepan bisa diterpkan toko atau kios dipasar bisa dibuka dengan asumsi sudah divaksin,” ungkapnya.

Muzakkir mencatat, banyak para pedagang dan karyawan yang status domisilinya diluar Kota Bogor, sedangkan prioritas vaksin saat ini berdasarkan identitas tempat tinggal. “Ada banyak pedagang yang berKTP luar Kota Bogor, belum tau dari non kota yang sudah divaksin juga pasti banyak. Tapi agak susah mendatanya,” pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *