Optimalkan Pelayanan, Warga Jasinga Butuh Pos Damkar

  • Whatsapp
Kebakaran di Kampung Nanggung, Desa Tegal Wangi Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor yang menewaskan Nene dan Cucunya Pada Sabtu dini Hari (cepi/ceklissatu)

BOGOR, Ceklisatu.com — Wilayah Barat Kabupaten Bogor masih kekurangan pos pemadam kebakaran (fire station). Akibatnya, petugas damkar akan lebih lama mencapai titik api saat kebakaran terjadi.

Salah satunya di Kecamatan Jasinga, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak, Banten. Hal ini untuk memperpendek jarak tempuh dalam penanganan kebakaran.

“Beberapa kejadian penanganan kebakaran sering terlambat karena keberadaan pos damkar sangat jauh,” kata Kepala Desa Curug, Aton, ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (9/1/2022).

Ia mencontohkan kejadian kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warganya beberapa waktu lalu. Karena jarak yang cukup jauh sehingga penanganan kebakaran sulit diatasi dengan cepat.

“Kejadian di kampung ngasuh tiga rumah terbakar, bahkan di desa lain dua korban meninggal karena terlambat diselamatkan.
Ketika petugas Damkar datang api sudah padam, mungkin jarak jauh dan juga lokasi kebakaran sulit untuk akses mobil,” jelasnya.

Untuk itu, dalam mengoptimalkan pelayanan pada masyarakat, Aton berharap di wilayah Jasinga perlu ada pos pemadam kebakaran. Ini agar petugas saat datang ke lokasi dan menangani pemadaman dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.

“Kami berharap ada kantor Damkar di wilayah Jasinga karena kalau ada kejadian kebakaran tak terlalu jauh ketika ada penanganan,” kata dia.

Ia mengaku bakal koordinasi dengan instasi terkait dan Pemerintah Kecamatan Jasinga agar diajukan unit sektor pemadam kebakaran di wilayahnya itu.

Sementara itu, warga Kampung Nanggung Desa Tegal Wangi, Marhadi (46) mengatakan, masyarakat sekitar ingin ada kantor unit Damkar sektor Jasinga untuk mempermudah penanganan kebakaran.

“Lokasi kampung kami cukup jauh, tentunya ketika ada unit sektor terdekat bisa cepat tertangani, setidaknya setiap ada kejadian bisa minimalisasi,” ucapnya.

Marhadi menambahkan, rumahnus sempat terbakar. Bahkan ibu dan keponakannya menjadi korban amukan si jago merah.

“Warga sempat ambil tindakan terlebih dulu sebelum petugas datang. Namun, ibu dan ponakan saya tidak bisa diselamatkan, seluruh badannya terbakar berikut bangunan rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekdis Dinas Pemadaman Kebakaran Kabupaten Bogor, Sigit Prabowo menyatakan akan mempertimbangkan usulan dari warga Jasinga terkait permintaan pos damkar.

“Memang ada rencana penambahan buat di wilayah Bogor Barat,” kata Sigit Prabowo.

Sigit menambahkan, penambahan pos Damkar itu dilihat dari perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah. Sejauh ini kebutuhan pos damkar disesuaikan dengan jumlah kepadatan penduduk dan resiko tinggi kebakarannya.

“Kalau menurut UU, satu orang anggota damkar perbandingannya 5000 penduduk, satu unit kendaraan damkar perbandingannya 25.000 penduduk,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *