PPKM Daruat, Satgas Covid-19 Kota Bogor Pilih Terapkan Kembali Ganjil Genap

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com -.Pemberlaluan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli 2021 yang akan berakhir besok, Selasa 20 Juli 2021. Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengevaluasi implementasi PPKM Darurat selama dua pekan terakhir.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pada hari Minggu (18/7/2021) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor telah melakukan rapat evaluasi PPKM Darurat.

Bacaan Lainnya

Dari hasil evaluasi tersebut, diketahui banyak masyarakat yang mencoba menghindari penyekatan petugas dengan mengaku hendak membeli obat, dan membeli kebutuhan pokok.

Oleh sebab itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor berencana akan menerapkan kebijakan ganjil genap di 10 titik yang ada di Kota Bogor. Aturan ini bakal diterapkan seiring dengan penerapan PPKM Darurat.

“Evaluasi kami selama 2 minggu melakukan operasi penyekatan terhadap esensial, non esensial kritikal. Memang ada beberapa penyampaian dari masyarakat yang harus kami akomodir, diantaranya adalah bagi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok, kebutuhan obat-obatan, karena penyekatan kami biasanya para masyarakat sudah membawa surat. Kan mereka tidak bekerja hanya belanja,” kata Susatyo, di Balaikota Bogor, Minggu (18/7/2021).

Terlebih, jika bantuan sosial dari pemerintah sudah turun. Susatyo memprediksi bakal terjadi kepadatan atau pergerakan masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan pokok. Sehingga, perlu dilakukan pembatasan selain penyekatan kendaraan.

Lebih lanjut, sambung Susatyo memang tak dapat dipungkiri dengan adanya bantuan sosial ini akan memicu lebih tinggi mobilitas masyarakat, khususnya bagi penerima bantuan.

“Terlebih nanti berdasarkan data DTKS 77.500 orang akan menerima bantuan tunai. Ini juga akan berbelanja keluar sehingga kami mencoba memikirkan bagaimana teknisnya agar pada saat nanti masyarakat keluar rumah itu juga tidak berbarengan tetapi kami akomodir,” ujarnya.

Karena hal itu, saat ini Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor tengah memikirkan bagaimana caranya agar pada saat bantuan diterima masyarakat, bagi para penerima manfaat bantuan ini tidak keluar rumah secara berbarengan.

Susatyo menyebut, dari hasil rapat akan diambil kembali kebijakan skema ganjil genap. Skema ini tetap menyesuaikan dengan kebijakan PPKM Darurat.

“Nah ini konsepnya ganjil genap pada 10 titik yang sudah kami tentukan, tetapi nanti pelaksanaannya akan disesuaikan dengan apakah nanti diperpanjang atau tidak diperpanjang PPKM Darurat. Nanti kita akan lihat ya,” tegasnya.

Tapi intinya, Susatyo menuturkan, pihaknya ingin mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk bisa berbelanja antar kota, maupun antar kabupaten. Terutama di kota, sehingga pihaknya mengakomodir masyarakat melalui ganjil genap.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan kapan kebijakan ganjil genap di Kota Bogor kembali diberlakukan, termasuk titik check poinnya. Hal itu masih akan dirapatkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

“Kapan pelaksanaannya, kami akan tentukan berdasarkan rapat Satgas Covid-19 Kota Bogor,” pungkasnya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *