Nabung Puluhan Tahun Tak Bisa Diambil, Nasabah KSB Meradang dan Minta Bantuan Hukum

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Belasan nasabah yang selama ini menabung ke Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) Kota Bogor mengaku geram dan meradang lantaran uang tidak bisa dicairkan pihak KSB.

Akibatnya, mereka para nasabah yang bertempat tinggal di Kabupaten Bogor itu mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dharma Keadilan Nusantara (DKN).

Bacaan Lainnya

Salah seorang nasabah KSB, Lutfi Asiadi (53) mengatakan, uang yang selama ini ditabung untuk dijadikan investasi masa depan merupakan hasil dari jerih payah dirinya selama 27 tahun mengabdi di salah satu perusahaan swasta.

“Ya, kami harap uang itu bisa dicairkan karena akan digunakan untuk biaya anak sekolah,” kata Lutfi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, berinvestasi ke KSB itu lantaran dirinya tergiur dengan ucapan tetangganya, bahwa berinvestasi ke KSB dapat keuntungan hingga 10 persen dari tabungan, sehingga uang pesangon sebesar Rp 360 juta di investasikan.

“Alasan dari KSB tidak memiliki uang kas sama sekali. Saya berharap pihak KSB segera mengembalikan uang nasabah yang investasi disitu,” ujarnya.

Senada, Tumini (54) mengaku dirinya berinvestasi sebesar Rp 140 juta, akan tetapi belum pernah menikmati dari hasil yang di janjikan pihak KSB. “Saya minta kepada pihak KSB mau uang darimana dapat darimana yang penting hak saya atau uang saya dikembalikan,” tegas wanita yang mengaku menjadi nasabah sejak 2016.

Sebelumnya, lanjut Tumini, dirinya bertanya adanya pandemi covid-19, apakah uang yang ia investasikan tersebut akan aman atau tidak, dan katanya aman. “Tetapi selang saya nanya diminta mengumpulkan ini itu dengan alasan ada sedikit masalah. Harapan saya bagai manapun KSB bisa mengupayakan sebagaimana dia mencari nasabah dulu, pokoknya kami tidak mau tau,” tutur Tumini.

Sementara itu, Sundari menambahkan, dirinya bergabung di KSB itu, untuk beasiswa anaknya. “Saya bayar setiap bulannya itu Rp 140 ribu. Nantinya setiap anak saya masuk sekolah itu uangnya diterima, dari mulai SD, SMP, SMA hingga kuliah,” ungkapnya.

“Itu awalnya lancar sampai anak saya masuk kuliah. Setelah itu suami saya meningga tahun 2013, hingga saya memutuskan memasukan uang pesangon suami ke deposit. Jadi saya ikut dua deposit. Dan mendapat keuntungan 12 persen tiap bulan hingga turun sampai 10 persen,” tambahnya.

Sundari mengaku, per enam bulan sekali dirinya selalu tandatangan untuk memperpanjang kontrak. “Akan tetapi pada saat saya tandatangan di bulan 6 tahun 2020, kemudian di bulan 8 saya mendapatkan kabar dari KSB-nya tidak lagi mendapat jasa. intinya saya meminta uang yang saya depositkan bisa di kebalikan segera,” ungkapnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *