Musnahnya Harapan Petani Bukit Hambalang di Gerus Escavator dan Bulldozer  Ceklis Satu

Musnahnya Harapan Petani Bukit Hambalang di Gerus Escavator dan Bulldozer 

BOGOR,Ceklissatu.com – Pupus harapan penggarap petani yang biasa mengais rejeki dibekas tanah Hak Guna Usaha (HGU) di bukit Hambalang. Tatang Hadi cs dituding menyerobot lahan yang bukan haknya. Karena serombongan orang dengan membawa alat berat escavator dan bulldozer mengaku dari PT.Buana Estate pada Rabu 26 Agustus 2020 sekira pukul 8.00, membongkar bangunan dan meratakan tanaman milik para petani garap itu, hingga pukul 12.00 ratalah sudah tanaman dan bangunan milik Tatag.

Kepada media, Tatag mengaku sebelum diberangus tanaman dan saung miliknya, tempatnya menggarap banyak ditanami aneka jenis tanaman mulai dari buah-buahan, kembang-kembangan dan pohon kayu. Bahkan, Tatag menyebut di lahannya itu sering diadakan pelatihan pertanian yang mana pesertanya banyak dari perlbagai kalangan dan instansi berbeda. Selain itu dia pun berencana membuat pondok pesantren mandiri tani di atas lahan yang diklaim oleh PT. Buana Estate, sebagai kepemilikan HGU perusahaan yang didirikan oleh Probo Sutedjo pada 5 Juli 1973 itu.

Tetapi semua sirna sejak November tahun 2014 itu, beserta mimpinya membangun pesantren mandiri tani itu pupus digerus dan diratakan dengan tanah oleh roda besi Bulldozer yang disewa oleh PT. Buana Estate. Padahal, dia mengaku sudah mengeluarkan miliaran rupiah untuk mewujudkan mimpinya membangun green house dimana materialnya saja didatangkan dari luar negeri.

“Saya tidak percaya ada orang kejam dan tak berkeprimanusiaan ada dinegeri ini,”kata Tatag waktu itu.

Meski tidak ada di lokasi saat kejadian pemberangusan tanaman dan bangunan miliknya, Tatang menceritakan bagaimana para pegawainya di bawah intimidasi preman bayaran menyaksikan kekejaman para penggusur dari PT. Buana Estate itu meluluh lantakan tempatnya. Bahkan kepada Tatag para pegawainya mengaku tidak diperkenankan mengambil gambar video, saat bulldozer memasuki green house dan meratakan apapun yang ada dan berdiri di lahan garapannya seluas 16 hektar itu agar kemudian diberikan kepadanya sebagai bukti bahwa bagaimana mimpinya dipupus.

Musnahnya Harapan Petani Bukit Hambalang di Gerus Escavator dan Bulldozer

Tatag mengatakan hingga saat ini masih bertanya-tanya, dengan alasan apa PT. Buana Estate menggusur tanaman dan bangunannya. Sebab, menurut Tatang, dia menggarap lahan itu secara legal setelah dirinya mendapat surat tanah garapan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor yang mana di mata hukum kedudukan kepala desa ditinjau dalam ketentuan pasal 7, pasal 8, pasal 24 dan pasal 49 PP No.24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah.

“Artinya secara legal kami garap tanah ini. Coba aja tanya ke (PT) Buana (Estate), apa bukti mereka atas kepemilikan tanah ini. Tunjukin dong sertifikatnya, sebagai bukti sah kepemilikan,” kata Tatag sembari dia menunjukan pelbagai dokumen miliknya.

Lain cerita dialami oleh Didik Joko Prasetyo, petani garap yang menelan empat point kerugian senilai total Rp. 20.590.020.000 yakni rugi upah, tanaman, saung dan kandang, serta kerugian oper alih lahan garapan dari penggarap sebelumnya seluas 891.002 meter persegi dengan harga sepuluh ribu permeter. Kepada media Didik menyebut memberikan hak garap secara cuma-cuma kepada dua mantan Menteri, Yakni Gamawan Fauzi (ex Mendagri era SBY) dan Idrus Marham (ex Mensos era Jokowi) sebagai tanda perkawanan karena ingin menikmati masa pensiun sebagai petani. Namun ternyata itungannya itu salah, sebab orang yang dia anggap sebagai kawan justru menjadi penyebab awal garapannya diberangus.

Didik mengatakan, lahan garapannya seluas 89 hektar itu membentang luas, memiliki perbatasan dengan lokasi pembangunan wisma atlet Hambalang yang mangkrak akibat dikorupsi sejak jaman SBY dan memiliki batas lainnya dengan progres pembangunan jalan Puncak II. Didik menyebut diatas lahan itu, sebanyak sembilan hektar akan dia jadikan tempat belajar Manasik Haji. Lalu di sisi selatannya, dia membangun rumah atau saung peristirahatan bagi para pegawainya dan kandang ayam seluas 2000 meter. Sisanya dia gunakan untuk menanam segala jenis tanaman, dengan melibatkan.

 

 

 

Penulis: Anwar

 

Editor: Daus

Latest news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

Related news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here