Modif Mobil Jadi Ambulance, Gagal Terobos Pos Ganjil Genap

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Pada pemberlakuan uji coba ganjil genap pekan kedua ini, petugas menemukan beberapa pengendara nakal yang hendak kelabui petugas.

Sebuah mini bus putih dengan nomor polisi B 1382 PKD merupakan ambulance palsu yang dikendarai pasangan muda-mudi ditilang lantaran nekat menerobos check point ganjil genap di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Sabtu (11/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Petugas temukan ambulance tidak sesuai dengan peruntukannya itu artinya mobil biasa yang didandani seperti mobil ambulance, artinya tidak sesuai peruntukan,” kata Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata kepada ceklissatu.com di Simpang Gadog, Sabtu (11/9/2021).

Ambulance palsu dari arah Ciawi (nontol) tiba-tiba menerobos antrean kendaraan dari belakang menyalakan sirine. Kemudian melaju melawan arah menuju arah Cisarua.

Namun, petugas yang berjaga tepat berada di depan Vimala Hills yang curiga dengan ambulance tersebut lalu memintanya menepi. Kemudian keluarlah muda-mudi, seorang pria berkaos abu-abu, bercelana pendek dan perempuan mengenakan sweeter hitam bercorak merah.

Petugas makin dibuat heran, lantaran tidak ditemukan orang dalam kedaan sakit di mobil tersebut. Petugas melakukan tindakan dengan penilangan terhadap pengendara mobil. Termasuk meminta penggendara melepas semua aksesoris seperti rotator dan stiker bertuliskan ambulance dari bodi mobil tersebut.

“Kami tilang dan minta putar balik arah karena plat nomornya genap,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tenyata kendaraan tersebut bukan kendaraan operasional ambulance dan hanya kendaraan pribadi dan juga mobil itu melanggar rambu-rambu lalu lintas.

“Pelanggarannya rambu-rambu langsung menerobos petugas jadi diamankan. Kalau benar ambulance harusnya juga ada yang menaungi, seperti yayasan atau desa,” ungkapnya.

Kepada petugas, sang sopir mengaku ingin ke Puncak dan menggunakan kendaraan yang ditempeli stiker ambulance di bagian belakang dan nomor telepon gawat darurat.

Akhirnya niat muda-mudi untuk berwisata ke Puncak pun gagal, lantaran modusnya terendus petugas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *