Minim Perhatian, Nasib Pelaku Seni di Banjar Tak Jelas

  • Whatsapp

BANJAR, Ceklissatu.com – Pandemi Covid-19 menyerang berbagai sektor usaha, termasuk diantaranya adalah Seniman. Pelaku seni ini menjadi profesi yang terdampak oleh pandemi Covid-19, dimana mereka tidak bisa memiliki penghasilan dengan tidak adanya panggilan untuk pentas.

Salah seorang seniman asal Desa Mulyasari Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Asep Irawan yang bergerak di dunia seni wayang golek mengatakan, sejak adanya pandemi covid-19 dirinya dan teman-teman seniman lainnya semakin kesulitan untuk mencari uang.

Bacaan Lainnya

“Sebelum adanya pandemi saja kami sudah jarang ada panggung, apalagi ditambah dengan adanya pandemi, kami semakin kesulitan. Jangankan untuk pentas atau manggung, untuk latihan saja sekarang sudah dilarang karena bisa menimbulkan kerumunan, “ujar Asep, Rabu, (20/01/21).

Menurut Asep, saat ini pelaku seni di bidang wayang golek di Kota Banjar masih bisa dihitung dengan jari.

“Ada sekitar 5 lingkung seni wayang golek di Kota Banjar. Dan saat ini kehidupannya semakin terkatung-katung. Mungkin di masa pandemi ini ada bantuan pemerintah. Tapi itu tidak merata. Masih ada orang-orang seni yang tidak tersentuh bantuan tersebut, ” katanya.

“Alangkah lebih baik ada dinas terkait yang mensurvey langsung ke lapangan, melihat ke bawah bahwa banyak orang-orang seni yang membutuhkan pendampingan juga bantuan. Yang saya harapkan ada sedikit perhatian dari pemerintah kepada orang-orang seni.Jangan sampai orang-orang seni ditinggalkan dan diacuhkan, “harapnya.

Sementara, menurut data yang didapat dari Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar sekitar 786 seniman atau budayawan dan 75 grup seni di Kota Banjar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kepala Bidang Kebudayaan Oom Supriatna menyampaikan, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada para seniman sesuai usulan dari Disdikbud.

“Kita dulu pernah memberikan bantuan paket kepada seniman sesuai usulan dari Disdikbud ke Kementrian. Kemudian juga mengusulkan ke Dinas Sosial untuk memberikan stimulan kepada para pelaku seni dan semuanya sudah kami daftarkan, “ujar Kabid Kebudayaan.

Disinggung adanya seniman yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah, Oom mengatakan itu kembali tergantung pada lingkungannya.

“Kalau ada seniman yang mungkin belum terdaftar untuk mendapatkan bantuan, itu tergantung kepada lingkungannya sendiri. Tugas kita sebetulnya lebih kepada kegiatan untuk pengembangan apresiasi seninya. Lebih jelasnya tugas secara umum Bidang Kebudayaan itu yaitu memberikan perlindungan, pengembangan, kemudian pemanfaatan dan pembinaan terhadap budaya yang ada di Kota Banjar diantaranya seni, ” pungkasnya.

 

Editor : Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *