Menteri Desa Akan Pamerkan Program SamiSade ke Daerah Lain di Indonesia

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar mengaku akan memamerkan program Satu Miliar Satu Desa (SamiSade) milik Kabupaten Bogor kepada daerah lain di Indonesia.

Abdul Halim mengaku mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam upaya membangun daerah yang dimulai dari desa melalui program SamiSade tersebut.

Bacaan Lainnya

“Program SamiSade ini akan saya pamerkan ke daerah-daerah lain. Kabupaten Bogor bisa menjadi contoh. Dan saya harap Bupati Bogor bisa mengakomodasi jika daerah lain ingin studi banding ke Kabupaten Bogor,” jelas Abdul Halim, Kamis (18/11/21).

Pada program SamiSade ini, Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran sebesar Rp311,8 miliar, dengan sasaran 532 titik, yang tersebar di 349 desa di 38 kecamatan, sesuai dengan SK penetapan Bupati Bogor Nomor 147/142/KPTS/Per-UU/2020, tentang Samisade.

Berdasarkan pengajuan 349 desa yang menerima Samisade, setidaknya ada 544 jenis kegiatan, yang dilakukan menggunakan dana SamiSade.

544 jenis kegiatan tersebut terdiri dari, 49 kegiatan pengaspalan, 44 pembangunan jalan, 378 betonisasi jalan, 28 kegiatan pembangunan jembatan, 30 dinding penahan tanah, 2 irigasi, 1 menara telekomunikasi dan 4 kegiatan pembukaan jalan.

“Ini patut diapresiasi. Ibu Bupati cerdas dalam berpikir tepat dalam melangkah. Karena infrastruktur di desa itu memang sebuah masalah yang hampir dihadapi seluruh desa di Indonesia. Dengan Samisade, saya yakin dalam satu periode kepemimpinan, pasti banyak yang dilakukan dan pasti dapat menggembirakan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Abdul Halim.

Sementara, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan jika program SamiSade merupakan upaya Pemkab Bogor untuk membangun sebuah daerah yang baik dan layak.

“SamiSade ini adalah upaya kita untuk bagaiamana menyelesaikan persoalan infrastruktur di desa. Karena ketika kami lihat, masih ada jalan yang susah dilalui oleh masyarakat apalagi oleh kendaraan. Sehingga munculah ide kami dan termasuk visi misi kami, yaitu bagaimana desa membangun, bukan membangun desa. Artinya desa ini harus bisa membangun desanya,” jelas Ade Yasin.

“Samisade ini dilaksanakannya harus dengan perencanaan desa. Artinya ada musyawarah desa terlebih dahulu. Dalam musyawarah desa itu, kepala desa melibatkan tokoh masyarakat, RT, RW, jadi mereka tahu kebutuhannya mana yang harus dibangun,” sambungnya.

Dia pun berharap Program SamiSade bisa memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat. Terutama memperlancar perputaran ekonomi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *