Mengabdi Kepada Masyarakat, Unida Ajak Santri Ikuti Program Mesjid Siaga

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com– Sudah lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok pesantren, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda, memberikan penyuluhan kepada 100 santri Ma’had Dirosah Al Islamiyah (MDI) Ibnu Aqil tentang Gerakan Mesjid Siaga pada hari Jumat 21 Agustus 2021 pukul 16.00 WIB.

Mengingat mesjid sebagai sarana utama dalam kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren, maka para santri diharapkan mampu menjaganya juga menjaga dirinya sendiri agar tidak mudah terkena virus yang cukup mematikan ini. Upaya menjaga mesjid dilakukan dengan cara mensosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor : SE. 1 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 Pada Rumah Ibadah dengan memberlakukan peraturan dalam rangka mencegah penyebaran Novel Coronavirus (Covid-19), terutama di rumah-rumah ibadah . Dalam Surat Edaran tersebut disebutkan bahwa selama pandemi ruangan mesjid dan tempat wudhunya harus dibersihkan secara teratur dengan menggunakan cairan disinfektan.

Bacaan Lainnya

Edukasi dan sosialisasi mengenai pemakaian cairan disinfektan ini pun diberikan oleh tim kepada para santri melalui penyuluhan. Dalam penyuluhan disampaikan bahwa bahan dasar disinfektan adalah cairan kimia yang cukup keras sehingga ketika akan menggunakannya diperlukan sarung tangan dan masker agar tidak terkena pada kulit dan terhirup udaranya sehingga dapat menyebabkan gangguan paru-paru. Selain itu, diperkenalkan pula gejala-gejala penyakit yang terindikasi Covid-19 agar para santri lebih waspada akan dirinya sendiri.

Penyuluhan yang dilaksanakan di aula Mesjid “Salapan Bentang” di kawasan Yayasan Haji Agus Salim ini, mendapatkan apresiasi dari pimpinan pondok, Ibu Hj. Saidah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan perlu ada edukasi dan sosialisasi yang rutin dalam rangka membantu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan para santri terhadap Covid-19. Harapan terbesar pasca penyuluhan ini adalah para santri semakin sadar untuk dapat menjaga diri dari dan menjaga lingkungannya agar tercegah dari bahaya virus.

Dalam akhir penyuluhan, para santri diberikan pelatihan bagaimana beretika pada saat batuk dan bersin juga 7 (tujuh) langkah membersihkan tangan dengan menggunakan hand sanitizer/antiseptik sesuai anjuran dari kementerian kesehatan Republik Indonesia juga penyerahan antiseptik dan masker oleh tim PKM kepada pimpinan MDI Ibnu Aqil. Pada pelatihan ini, tampak antusiasme dari para santri yang turut mengikuti dan semangat hingga acara penyuluhan selesai menjelang magrib.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *