Mendadak Pesimis Soal Gage, Polres Minta One Way Jalan Terus

  • Whatsapp
Petugas saat mengatur arus lalu lintas pada penerapan uji coba ganjil genap di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jum'at (10/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Polres Bogor, berharap sistem satu arah atau one way di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, tidak dihapus. Padahal sebelumnya ujicoba penerapan ganjil-genap (Gage) berpeluang menjadi permanen.

Meski diklaim efektif mengurangi volume kendaraan yang masuk ke kawasan wisata Puncak, Kapolres Bogor, AKBP Harun menyebut kebijakan ganjil-genap yang diberlakukan harus juga dibarengi sistem satu arah atau one way.

Bacaan Lainnya

Kata dia, pada penerapan ujicoba kedua ganjil-genap, pihaknya masih menemukan adanya penumpukan.

“Kalau mengandalkan ganjil-genap saja tidak bisa, nanti kita ambil diskresi untuk sistem satu arahnya karena untuk mengurai penumpukan kendaraannya,” ungkap Harun, Minggu (12/9/21).

Ujicoba ganjil-genap ini direncanakan menjadi kebijakan yang permanen untuk menghapus kebijakan one way di Puncak.

One way dinilai tak lagi efektif untuk mengurai kemacetan. Hal tersebut pun sebelumnya di amini oleh Harun.

Dia menilai ada penurunan volume kendaraan yang cukup signifikan. Untuk uji coba kedua saja, penurunan kendaraan yang masuk ke Puncak sekitar 70 persen.

“Hanya saja jalur alternatif perlu di jaga ketat, karena banyak kendaraan yang saat ini menggunakan jalur alternatif untuk menuju ke Puncak, terutama motor,” jelas Harun.

Sementara diketahui, wacana penghapusan one way Puncak dihembuskan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat mengunjungi Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sistem yang telah diterapkan sejak tahun 1986 tersebut kini kondisinya tidak lagi relevan. Kemacetan di wilayah Puncak sudah sangat memprihatikan.

“Kita tengah mencari pola (pengganti) untuk diterapkan. Salah satunya adalah ganjil-genap yang tengah dilakukan uji coba saat ini,” kata Budi.

Rencana penghapusan one way tersebut pun sudah disiapkan secara matang. Saat ini, Kementerian tengah mempersiapkan rancangan aturan untuk payung hukum ganjil-genap sebagai pengganti.

“Sekarang kami sedang merancang aturan peraturan khusus di Puncak.
Kami terima masukan dulu dari berbagai pihak termasuk masyarakat sebelum ditetapkan,” jelas Budi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *