Mendadak ! Pemkot Bogor Berlakukan PPKM Mikro Secara Ketat

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, secara mengejutkan dan mendadak mengeluarkan kebijakan baru terkait upaya menanggulangi pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

Pemkot menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi PPKM berskala Mikro atau secara ketat. Namun, kebijakan itu menuai sorotan dari sejumlah pengamat di Bogor.

Bacaan Lainnya

Seperti salah satunya yang diungkapkan oleh pengamat kebijakan publik, Yusfitriadi. Menurutnya, memang segala upaya harus diikhtiarkan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun tentu saja hal itu harus dibarengi dengan data, peta, dan kalkulasi yang kuat.

“Sebetulnya sah-sah saja program apapun kebijakan kepala daerah dalam memutus mata rantai Covid-19. Yang paling penting kebijakan tersebut melalui kajian yang konprehensif dengan ukuran yang jelas bukan try and error,” ungkapnya.

Sehingga memunculkan program prioritas yang efektif dan signifikan terhadap pemutusan mata rantai penyebaran Covid tersebut. Pertanggungjawaban efektifitas pelaksanaan kebijakan tersebut kepada publik harus terukur.

“Melihat kebijakan ganjil genap yang baru saja dikeluarkan oleh satgas dan forkopimda Kota Bogor melalui Walikota Bima, program tersebut terkesan hanya sekedar “akrobat politiknya” Walikota,” ujarnya.

Yusfitriadi mengklaim program ini tidak akan optimal. Karena Walikota sendiripun tidak yakin program ini akan berjalan dan jelas hasilnya. Karena bagi saya program tersebut tidak didesain sebagaimana layaknya sebuah kebijakan.

Aktivitas penerapan ganjil genap apakah signifikan? “Yang terlihat potensial penularan Covid-19 malah tidak mendapatkan penguatan, malah memunculkan program baru. Ketika masalahnya pada kerumunan, maka di antara tempatnya adalah pasar, pusat-pusat perbelajaan, angkutan umum, aktifitas sosial dan obyek wisata. Tingkat itu saja dikuatkan programnya,” tandasnya.

Editor : Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *