Masih Beroperasi di Siang Hari, Kendaraan Besar Proyek Double Track Diduga Tabrak Undang Undang

BOGOR, Ceklissatu.com – Proyek double track jurusan Bogor – Sukabumi terus menjadi sorotan. Pasalnya, proyek strategis nasional yang mencapai triliunan rupiah itu diprotes warga hingga aparatur wilayah yang ada di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Lantaran, proyek itu menyebabkan sejumlah jalan yang ada di Bogor Selatan rusak akibat dilintasi kendaraan besar dan alat berat.

Bahkan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor melalui Kapala Bidang Lalu Lintas Dody Wahyudin ikut menyoroti mega proyek tersebut. Menurutnya, secara regulasi memang lalu lintas itu sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya kita sudah sering melakukan penilangan terhadap para pengendara karena mengoperasikan kendaraan besar di pagi, siang dan sore yang menyebabkan kemacetan dan berdampak pada kerusakan jalan,” kata Dody saat dikonfirmasi Ceklissatu.com.

“Penilangan itu sekitar di bulan Juli dan Agustus. Kemudian kita juga sudah koordinasi dengan PPK-nya yaitu Pak David. Nah, sekarang kita lakukan persuasif saja karena kan Pak Wali dan Pak Wakil juga sudah bersurat ke mereka, sehingga mobilitas kendaraan besar terutama di Cipaku tidak separah dulu,” tambahnya.

Dody menjelaskan, kendaraan besar yang masuk ke proyek double track ini melintasi tiga jalan, yaitu jalan nasional, jalan propinsi dan jalan kota. Tetapi, khusus untuk jalan Cipaku itu masuk ke dalam jalan kelas 3 dimana kewenangannya ada di Walikota Bogor.

Jalan kelas tiga itu, kata Dody, kendaraan yang diperbolehkan hanyalah kendaraan bermuatan maksimal 8 ton, namun dalam proyek ini (double track) lebih dari 10 ton. Maka dari itu, pihaknya selalu menegur dan melakukan penilangan, tetapi untuk saat ini pihaknya tidak melakukan langkah tersebut karena dinilai kendaraan besar yang melintas di jalan tersebut tak separah dulu.

“Sejauh ini kita hanya memberikan peringatan, kita koordinasikan kepada para pengawas proyek untuk mobilitas itu, kita hanya bisa mengimbau karena kita juga tidak bisa dan jangan sampai nanti dishub menjadi penghalang proyek strategis nasional tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan berbicara lalu lintas ini ranahnya bukan hanya Dishub saja tetapi Satlantas Polresta Bogor Kota juga, dan dirinya mengaku wan komplain dengan adanya mobilitas di jam sibuk (pagi dan sore), sehingga ia meminta kepada pihak pelaksana untuk memperhatikan jam operasional yaitu pukul 20.00 WIB hingga 06.00 WIB.

“Tolong terkait dengan jam operasional itu diperhatikan yaitu mulai dari jam 8 malam sampai jam 6 pagi untuk kendaraan besar. Cuma kan petugas tidak stanby 24 jam di situ. Sebenarnya ini tinggal kerja sama dan koordinasi saja,” tandasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *