Masa Tanggap Darurat Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Alasannya

  • Whatsapp

BOGOR – Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor memperpanjang masa Tanggap Darurat. Karena ada dua desa masih terisolasi. Dua itu adalah Desa Cisarua dan Desa Cileuksa.

Tim Tanggap Bencana menetapkan untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor. Pasalnya, akses menuju dua desa yakni Desa Cisarua dan Desa Cileuksa masih terisolir.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana alam banjir bandang dan longsor, untuk masa lama itu tergantung hasil pendataan tim tanggap bencana di lapangan atau lokasi bencana alam,” kata Bupati Bogor usai rakor Bencana Alam di Cibinong, Senin (13/1) kemarin.

Terkait masa perpanjangan tanggap darurat bencana, Bupati Bogor Ade Yasin usai rapat kordinasi dengan pihak terkait mengaku, jajarannya akan mengecek ke lokasi terdampak bencana alam.

Ketua DPW PPP Jawa Barat ini menjelaskan, bahwa selain masih ada dua desa yang terisolasi, perpanjangan masa tanggap darurat bencana ini dilakukan agar bantuan pinjaman alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR) dan lainnya tidak ditarik dari Kecamatan Sukajaya atau wilayah terdampak bencana alam lainnya.

“Alat berat pinjaman KemenPU-PR dan pihak lainnya ini sangat kami perlukan untuk membuka akses insfrastruktur jalan yang tertimbun atau tertimpa longsor hingga dua desa masih terisolir, dua hari lagi kami akan memutuskan berapa lama masa tanggap darurat bencana alam ini diperpanjang,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigadir Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya menambahkan, bahwa pembukaan akses insfrastruktur jalan dari Desa Pasir Madang ke Desa Cileuksa masih tersisa hingga 3 km lagi.

“Dari Desa Pasir Madang menuju Desa Cileuksa itu masih ada 10 titik jalan yang tertimbun longsor, kemarin saya ke sana jalan kaki baru sampai ke lokasi empat hingga lima jam kemudian,” tambahnya.

Sedangkan akses menuju Desa Cisarua Danrem melanjutkan, jalan menuju desa tersebut masih belum bisa diakses kendaraan non-offroad.

“Kendaraan offroad saja sulit menuju ke sana, apalagi kendaraan non-offroad. Dengan perpanjangan masa tanggap darurat bencana maka kami harap akses menuju desa yang terisolir bisa kembali dilalui hingga masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa dan bantuan logistik maupun medis lebih mudah disalurkan kepada para korban bencana alam longsor dan banjir bandang,” tandasnya.

 

Penulis: Sahrul Nur Rahmat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *