Masa PSBB Transisi, Belum Ada Bus AKAP Masuk Terminal Kalideres

Foto : Kepala Terminal Kalideres Jakarta Barat Revi Zulkarnaen bersama Tiga Pilar Kecamatan Kalideres perketat protokol kesehatan di area terminal di masa PSBB transisi, Selasa (16/6/2020).

JAKARTA, Ceklissatu.com -Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Terminal Bus Kalideres Jakarta Barat masih terlihat sepi satupun bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) belum ada yang masuk terminal. Meski dari sejak 11 Juni lalu kembali dibuka untuk pelayanan sudah dibuka.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan dilokasi, hanya terlihat hanya beberapa unit mini bus Kalideres Serang dan Rangkas yang masuk dalam terminal.

“Masih belum normal baik penumpang maupun bus. Kemungkinan kendala dari syarat pengemudi, kondektur dan penumpangnya, karena wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM),” kata Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen saat di konfirmasi, Selasa (16/6/2020).

Menurutnya, SIKM tetap diwajibkan bagi yang ingin keluar masuk Jakarta meski PSBB sudah memasuki transisi dan larangan mudik berakhir. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) 47 2020.

Seperti diketahui, bagi warga di DKI yang ingin keluar Jabodetabek tetap wajib mengantongi SIKM. Hal ini pun berlaku bagi masyarakat di luar Jabodetebak yang ingin ke Jakarta.

“Meski dengan dibukanya layanan bus AKAP, seluruh awak bus maupun penumpang wajib mengikuti protokol kesehatan dan peraturan lainnya di masa PSBB transisi,” ujarnya.

Selain itu tambah Revi, pihaknya juga telah menyiapkan ruang sementara bagi warga atau penumpang yang tidak memiliki SIKM DKI Jakarta. Kemudian satu unit bus sekolah juga telah disiagakan di area terminal sebagai antisipasi untuk mengantar warga yang harus menjalankan isolasi mandiri.

“Kami juga akan terus melakukan pengawasan dan memastikan baik pengunjung, penumpang maupun awak bus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” jelas Revi.

Seperti diketahui, sebelumnya pengusaha bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengaku sulit mendapat penumpang namun sudah ada kelonggaran untuk membawa penumpang hingga 70 persen.

Penyebabnya lantaran persyaratan untuk mendapatkan SIKM cukup rumit, terutama mengenai kewajiban untuk melampirkan surat hasil bebas Covid-19 yang minimal berasal dari hasil rapid test.

Penulis : Johnit Sumbito

Editor : Edwin Suwandana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *