Managing Director Rimbun Air Sebut Pesawat Berangkat Dalam Keadaan Layak Terbang

  • Whatsapp
Managing Director Rimbun Air, Romdani saat di rumah duka, Kampung Got, RT 2/8 Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jum'at (17/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Managing Director Rimbun Air, Romdani menyatakan pesawat Cargo seri Twin Other 300 PK-OTW yang dipiloti oleh Captain H. Mirza yang akhirnya jatuh di Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pesawat dalam kondisi layak terbang.

Romdani mengatakan, pesawat carter milik PT Intan Angkasa tersebut yang ditumpangi tiga awak itu diketahui mengangkut bahan bangunan dan bahan makanan milik Yonif 521/BY dari Nabire ke Intan Jaya.

Bacaan Lainnya

“Pengiriman logistik ke Intan Jaya, karena lokasi itu hanya bisa dilakukan melalui udara dan memang tidak bisa dilalui jalur darat,” kata Romdani kepada wartawan, di rumah duka Captain H. Mirza di Kampung Got, RT 2/8 Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jum’at (17/9/2021).

Romdani menegaskan pesawat itu baru tiba pada Januari 2021, dan terbilang baru sebab langsung dari pabrikannya di Canada.”Pesawat ini baru dengan equipment standar Indonesia dan sangat-sangat baik sekali karena full overall dari Canada, jadi tidak ada masalah sedikit pun,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat nahas tersebut, apakah karena faktor cuaca buruk atau hal lainnya. Lantaran saat ini tengah dilakukan investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Romdani mengaku, pihaknya sudah koorperatif dengan memberikan data-data termasuk perekam suara kokpit (CVR) pesawat. “Kami belum bisa menyimpulkan, kami menunggu dari pangkalan KNKT untuk CVR sudah kami serahkan tadi. Dan kami tim kami disana melakukan pengecekan detail dengan tim KNKT, dan hasilnya nunggu dari tim KNKT,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Romdani, terkait hak-hak untuk pihak keluarga yang ditinggalkan perusahaan telah menghubungi pihak asuransi untuk segera bisa diberikan. “Untuk besaran hak almarhum pak Mirza tidak bisa kami sebutkan, terpenting kita akan lakukan secepatnya,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *