LPBI NU Kawal Screening Rapid Antigen Pelajar di Kabupaten Bogor

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com— Pandemi belum benar-benar berakhir, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan pengelolaan manajemen covid-19 yang baik, Puskesman Leuwisadeng melakukan scrining pemeriksaan covid-19 di 19 wilayah kerja Puskesmas Leuwisadeng. Untuk mennyukseksan program ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kabupaten Bogor ikut mengawal kegiatan ini.

Perwakilan Puskesmas Leuwisadeng Asep Tojiri mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses vaksinasi yang dilakukan di wilayah Leuwisadeng maka Puskesmas melakukan proses lanjutan.
“Proses lanjutan ini dilakukan screening,” kata Asep.

Bacaan Lainnya

Apalagi, sambung dia, hari ini proses kegiatan belajar tatap muka secara terbatas telah berjalan di Kabupaten Bogor, kegiatan ini juga dalam rangka deteksi dini covid-19 dengan menggunakan metode tes rapid antigen.

“Kita gunakan rapid Rapid antigen, dan setiap lokasi kita screening sebanyak 30 orang, kita lakukan di tiga titik mulai dari MAN, MTs dan MIN,” bebernya.

Sementara itu, Ketua LPBI NU Kabupaten Bogor H. Ade Irawan mengapresiasi kegiatan screening ini karena menjadi Langkah maju dalam kewaspadaan wabah pandemic covid-19 ini. Karena memang, hari ini pandemic ini belum benar-benar hilang dari bumi pertiwi tercinta ini.

“Yang perlu kita ingat dan perhatikan, pertama pandemic Covid-19 belum hilang, maka kwaspadaan kita harus tetap dijaga, jangan abai karena level PPKM kita terus menurun justru sebaliknya kita harus tetap taat terhadap anjuran-anjuran pemerintah ataupun prokes tetap kita jaga,” kata Ade.

Mengenai program screening yang menyasar Lembaga Pendidikan, pria jebolan S2 Unpak Bogor ini menyatakan itu merupakan sebuah keharusan, karena Lembaga penddiidkan merupakan rumah kedua generasi muda Indonesia selain di lingkungan lain.

“Maka sudah sangat pas, kalua puskesmas atau Dinkes melakukan screening secara intensif ke sekolah-sekolah maupun madrasah, yang kebetulan telah melakukan proses KBM secara terbatas. Untuk apa, untuk menghindari cluster baru covid-19, dan kita akan terus ikut terlibat dan membantu kegiatan ini,” pungkas pria yang akrab disapa Mangdei ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *