Longsor Rumpin: PT BSM Disebut Warga Lakukan Penambangan Dengan Cara Diledakan

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com— Cerita warga soal Perusahaan Tambang PT BSM di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor sebelum terjadinya longsor. Bahwa perusahaan itu melakukan penambangan dengan cara menggunakan bahan peledak. Bahkan warga sering merasakan getaran.

Hal itu diungkapkan Oleh Itoh warga yang rumahnya rusak bahwa sebelum terjadi bencana retakan tanah dan longsor aktivitas galina oleh perusahaan tambang PT BSM itu sering menimbulkan getaran.

Bacaan Lainnya

“Sering terjadi getaran ke rumah warga karena terdengar ledakan,”katanya.

Hal serupa diungkapkan warga sekitar yang namanya enggan disebutkan bahwa memang betul perusahaan tambang itu melakukan penambanganya dengan cara diledakkan.

“Sehari 2 kali bahkan dikali melakukan peledakaan sampai terasa getarannya,”katanya.

Sementara Itu menurut Camat Rumpin Ade Zulfahmi mengatakan akibat longsor dan Pegerakan itu berdampak rumah warga ambruk dan retak retak, di 2 Kampung, Kampung Ciater dan Jatinunggal.

“2 Kampung terdampak yaitu Kampung Ciater dan Jatinunggal kurang lebih ada 51 rumah terdampak,”katanya.

Saat ini warga telah dievakuasi ketempat yang lebih aman untuk menghindari terjadinya longsor lagi. Pasalnya pergerakan tanah masih terus terjadi.

“Warga sudah mengungsi ada yang tinggal di rumah sodara dan ada juga yang ngontrak,”katanya.

Pihaknya pun saat ini sudah mengentikan aktivitas galian tambang yang dilakukan oleh PT BSM guna menghindari longsor susulan.

“Sudah dihentikan semenjak longsor yang pertama agar tidak beraktivitas lagi,”katanya.

Sementara Menurut Kepala Teknik PT BSM Dedy Darmawan mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan upaya mitigasi longsor susulan dengan meminta warga untuk mengosongkan rumah yang terdata dampak longsor dan retakan tanah.

“Kami sudah melaksanakan upaya pencegahan melakukan upaya agar tidak terjadi longsor lagi,”katanya.

Sementara itu saat ditanya dampak longsor dan retakan tanah dikarenakan Galian Tambang PT BSM, Dedy membantah bahwa perusahaan itu melakukan penambangan sesuai seusai kajian.

“Kita kan legal tentu ada kajiannya, saya pikir ini karena faktor alam dan hujan yang terjadi beberapa waktu lalu,”kilahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *