Langgar Jam Operasional Pasar Saat PPKM Darurat, Muspika Citeureup Obok-Obok Pedagang

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Lewati jam oprasional saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sejumlah pedagang di pasar Citeureup diobok-obok Muspika.

Kedatangan petugas gabungan dari TNI Polri, Satpol PP Kabupaten Bogor, Serta pemerintah Kecamatan Citeureup membuat sejumlah pedagang pontang panting membereskan dagangannya.

Bacaan Lainnya

Andry, salah seorang pedagang sayur terkejut mengetahui kedatangan petugas gabungan bersama muspika ke pasar Citeureup. “Saya kira cuma razia protokol kesehatan aja, taunya disuruh beres-beres datangan,”keluhnya.

Dirinyapun merasa heran dengan kedatangan petugas tidak adanya himbauan ataupun sosialisasi terlebih dahulu. “Kan seharusnya ada himbauan terlebih dahulu batas waktu berjualan , mana sudah belanja banyak buat dagang, bisa merugi kalau begini,”ucapnya.

Melihat hal tersebut, dirinya bersama pedagang lainnya terpaksa menutup datangannya. “Dari pada dagangan saya diangkut lebih baik tutup saja, sayuran cuma bertahan beberapa jam, kalau busuk terpaksa dibuang, rugi mah rugi banget,”terangnya.

Sementra itu,Camat Citeureup, Ridwan Said mengatakan pihaknya bersama petugas gabungan melakukan kegiatan penerapan PPKM Darurat jam operasional sejumlah pasar.

“jam operasionalnya dibatasi maksimal pada pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung maksimal 25 persen. Selain itu wajib menerapkan aturan protokol yang ketat,katanya.

Dirinyapun sempat melakukan peneguran kepada pihak keamanan pasar terkait tidak melakukan intruksi peraturan daerah terkait jam operasional pasr saat PPKM Darurat.”baca aturannya, tau aturannya tidak jam.operasional PPKM darurat dipasar jama berapa,”ungkap dia kepada petugas keamanan pasar Citeureup.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *