Lakukan Perlawanan, Polisi Tembak Mati Dua Pelaku Pembacokan 

Jajaran kepolisian Polres Metro Depok dalam jumpa pers pengungkapan kasus geng teras Kamis (3/4). (Ceklissatu.com/Faisal)

DEPOK, Ceklissatu.com – Polisi menembak mati dua pelaku pembunuh saat mencoba melawan dalam proses penangkapan usai melakukan aksinya di bilangan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Tindakan terukur tsebut dilakukan pihak kepolisian setelah keduanya mencoba memberikan perlawanan dalam proses penangkapan pada Kamis 2 April 2020.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kami sudah menangkap empat anggota lain dari Geng Teras yang sudah melakukan aksinya kurang lebih 10 kali di Kota Depok,” kata Kombes Pol Azis Andriansyah dalam jumpa pers di Polres Metro Kota Depok, Kamis (3/4).

Azis menyampaikan geng teras melakukan tiga kali aksi dalam tenggat waktu yang berdekatan dan menyebabka lima korban luka para bahkan satu di antaranya meninggal dunia lantaran menerima bacokan dari kelompok tersebut.

“Korban pada rangakain peristiwa yang sama Ada lima yaitu satu Ada tukang jamu, toko kelontong dan di warung tahu sumedang 3 orang. Selama satu rangakain presitiwa itu ada 5 korban degan TKP yang berbeda ini dilakukan di waktu yang hampir bersamaan berdasarkan keterangan pelaku,” kata Azis Andriansyah.

Azis menceritakan kasus pertama terjadi pada 31 Maret sekira pukul 23.00, geng teras ini menyerang salah satu warga yang berprofesi sebagai penjual jamu.

Kelompok tersebut kemudian melayangkan ancaman dengan senjata tajam kemudian merampas uang, sepeda motor, dan dua ponsel pribadinya.

Selang beberap jam kemudian memasuki pergantian bulan tepat pada 1 April sekira pukul 03.00-04.00, kelompok ini kembali beraksi.

Kali ini mereka menyerang pemilik toko di bilangan Cimanggis Kota Depok bahkan dalam aksinya menewaskan pemilik toko karena menerima luka bacok.

Dalam aksi tersebut kelompok ini merampas beberapa properti milik korban seperti emas, dan ponsel pribadinya.

Masih di waktu yang sama, tidak jauh dari TKP tersebut, kelompok ini kembali beraksi sekira pukul 04.30 dengan menyerang toko tahu Sumedang dengan merampas harta pemilik toko.

Pemilik toko terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menerima penganiayaan yang cukup serius. Korban mengalami putus telinga dan luka bacokan di beberapa tubuhnya.

Azis menuturkan geng teras adalah kelompok yang beranggotakan sekira sembilan orang yang berasal dari daerah Bekasi.

Sementara dari sisi usia, kelompok geng motor ini terdiri terdapat anggota yang belum cukup umur. Geng teras ini juga beranggotakan dari dua daerah yang berbeda yaitu Depok dan Bekasi.

Kendati begitu setiap individu dalam kelompok tersebut memiliki peran masing-masing dengan sasaran yang berbeda-beda.

“Kita identifikasi dan pada tanggal 2 April 2020 kita berhasil tangkap 6 pelaku. 6 pelaku ini karena melawan saat diamankan kita lakukan tindakan tegas terukur empat pelaku kita lumpuhkan di bagian kaki. Dua pelaku kita lakukan tindakan tegas terukur dan meninggal dunia,” kata Azis.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *