Kunjungi Rumah Korban Tabrak Lari Nagreg, KSAD Jenderal Dudung Janji Akan Tindak Pelaku

KSAD Jenderal Dudung dan jajaran mengunjungi rumah keluarga korban tabrakan oleh oknum TNI AD di Nagreg. Dok istimewa

JAKARTA, CEKLISSATU – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengunjungi rumah dan makam para korban tewas akibat tabrakan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (8/12). Penabrakan itu melibatkan tiga personel TNI AD.

Dudung bersama jajaran berkunjung ke dua lokasi rumah korban, yaitu rumah Salsabila (14 tahun) di Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, dan rumah Handi (18) di Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Kasad atas nama institusi (TNI AD) menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan oknum prajurit yang tidak bertanggung jawab, dan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya ananda Salsabila dan ananda Handi Saputra, kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Selaku pembina kekuatan TNI AD, saya akan bertanggungjawab atas penegakan hukum kepada tiga oknum prajurit TNI AD yang terlibat, dan menyerahkan penyelesaiannya berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku di dalam Sistem Peradilan Militer sesuai dengan UU nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer,” kata Jenderal Dudung dalam keterangannya, Senin (27/12/2021).

Kasad juga memastikan, TNI AD akan terus mengawal proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku dengan tegas dan transparan, untuk memperoleh kepastian hukum dan rasa keadilan sesuai dengan fakta-fakta di peradilan nantinya.

Sedangkan untuk sanksi terhadap ketiga oknum prajurit tersebut, Kasad mengatakan bahwa TNI AD akan menyesuaikan dengan apa yang menjadi putusan dari Pengadilan Militer. Apabila pengadilan memutuskan adanya pidana tambahan pemecatan, maka Kasad akan menindaklanjuti proses pemecatan secara administratif.

Dalam kunjungan ini, turut juga hadir mendampingi Kasad, Para Asisten, Danpomdam, Kakumdam dan Kapendam III/Siliwangi, Habib Husen, Bupati Kabupaten Bandung dan Bupati Kabupaten Garut, beserta Forkopimda Kabupaten Bandung dan Garut, Muspika Kecamatan Nagreg, Muspika Kecamatan Limbangan, serta Kepala Desa Ciaro dan Kepala Desa Cijolang.

Peristiwa tabrakan yang membuat pasangan sejoli meninggal, yaitu Salsa dan Handi, melibatkan tiga personel TNI AD. Bukannya dibawa ke rumah sakit, korban malah menghilang, dan ternyata dibuang oleh para pelaku.

Dua jenazah korban itu ditemukan di aliran Sungai Serayu yang masuk wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah pada Sabtu (11/12). Setelah ditemukan, jenazah para korban dikembalikan ke keluarga dan dimakamkan di kampungnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *