Kue Cubit Mang Enjang yang Beraneka Warna

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Kue cubit jajanan populer yang banyak disukai, khususnya  oleh nak-anak, karena biasanya  pedagang kue cubit  sering mangkal di depan sekolah.

Salah satu  street food kue cubit yang banyak dicari orang adalah, kue cubit mang Enjang, yang berlokasi di Jln. Mandala Raya, Pomad, kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Mang Enjang mulai berjualan kue cubit pada 2002, awalnya ia  berjualan di depan sekolah SD Negeri  Sasana Wiyata, Pomad.

Jika usai jam sekolah, dan anak anak sudah  pulang, mang Enjang melanjutkan jualan berkeliling ke rumah-rumah yang ada di sekitar asrama Pomad.

“Dulu saya jualan kue cubit ikut-ikutan dengan Abang saya, karena saya ingin punya usaha sendiri, dan saat itu variannya masih original,” tutur mang Enjang.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat kue cubit,  adalah susu dan tepung terigu, selanjutnya adonan kue cubit itu dipanggang dalam cetakan besi baja. Setiap hari mang Enjang menjual sekitar 500 biji kue cubit dengan harga Rp. 1000 per biji.

Sejak 2015 kue cubit mang Enjang  sudah memiliki banyak varian rasa. selain varian  original, ada varian green tea, red velvet, coklat, vanilla, Oreo, paper mint, tiramisu, dan cappucino.

Kue cubit mang Enjang juga ditaburi aneka macam topping yang menarik, dan berwarna-warni,  yaitu topping keju, coklat crunch, mozzarella, marshmallows, Oreo, choco chips, meses, blue Barry dan coklat.

“Sekarang saya memperluas pemasaran kue cubit melalui sosial media Instagram. Pembeli paling jauh datang dari Jakarta, Tangerang, dan Cianjur, mereka datang langsung kesini, karena penasaran ingin beli  kue cubit aneka warna,” kata mang Enjang.

Menurutnya, rata-rata pembeli kue cubit langganannya berusia antara 13-25 tahun, terdiri dari pelajar dan mahasiswa.

“Kebanyakan pelanggan kue cubit adalah pelanggan masa kecil, maksudnya anak-anak yang dulu masih SD, sekarang sudah kuliah, bahkan ada yang sudah kerja, mereka  selalu datang kesini, bersama  teman temannya,” tutur mang Enjang.

Sementara itu, Yusmono warga Jonggol, salah satu pelanggan setia kue cubit mang Enjang, mengatakan, ia dan keluarganya sering beli kue cubit mang Enjang sejak 2002.

“Walaupun rumah saya sudah pindah ke Jonggol, tapi  kalau lagi libur saya suka  berkunjung ke rumah saudara atau teman yang tinggal di Pomad, saya suka mampir beli kue cubit, karena kue cubit mang Enjang,  rasanya memang enak,”  ujar Yusmono.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *