KPAI Desak Pelaku Pemerkosa 12 Santri Dipenjara dan Dikebiri

JAKARTA, Ceklissatu.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak agar Herry Wirawan, pelaku pemerkosaan terhadap 21 orang santriwati di Bandung, Jawa Barat, untuk dapat dihukum semaksimal mungkin. Herry merupakan pengasuh serta pemilik Ponpes Madani Boarding School dan Yayasan Manarul Huda Antapani (Madani). Korbannya merupakan anak didik Herry.

Seluruh santriwati yang menjadi korban pemerkosaannya bahkan masih berada di bawah umur, yakni berusia 13 sampai 17 tahun. Sembilan di antaranya telah melahirkan akibat perbuatan Herry.
Komisioner KPAI Retno Listyarti mendorong agar Herry dapat dihukum hingga 20 tahun penjara. Termasuk juga dengan hukuman tambahan berupa kebiri.
“KPAI mendorong pelaku dihukum maksimal, 20 tahun sebagaimana tuntutan Jaksa, juga hukum tambahan kebiri karena korban banyak dan perbuatan bejat pelaku dilakukan berkali-kali,” kata Retno dalam pernyataannya, Sabtu (11/12).

Bacaan Lainnya

Pada saat ini, Herry Wirawan sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bandung. Ia dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Jaksa pun menegaskan akan menuntut maksimal Herry Wirawan. Termasuk sedang mengkaji kemungkinan penerapan hukuman kebiri.

Aturan terkait kebiri kimia tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2020. Kebiri yang dimaksud dalam aturan ini ialah pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain untuk menekan hasrat seksual berlebih, yang disertai rehabilitasi.

Nantinya, eksekusi kebiri ini dilaksanakan atas perintah jaksa setelah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Sosial.

Kebiri kimia ini dilakukan di rumah sakit milik pemerintah atau rumah sakit daerah yang ditunjuk. Kemudian juga dihadiri oleh jaksa serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Sosial.
Namun, seseorang tersebut baru akan dikebiri setelah menjalani masa hukuman pidana pokok. Setelah dikebiri, pelaku juga akan diberikan sejumlah rehabilitasi berupa rehabilitasi psikiatrik; rehabilitasi sosial; dan rehabilitasi medik.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *