Kota Bogor Pecah Rekor, 320 Kasus Positif Covid-19 Dalam Sehari

  • Whatsapp
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Data harian yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 di Kota Bogor tehitung dari Rabu (23/6/2021) mencatat terdapat penambahan kasus Covid-19 perhari sebanyak 310 orang. Jumlah ini tercatat sebagai angka penambahan kasus tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 menyerang Kota Bogor.

Sehingga secara kumulatif, sebanyak orang 18.472 dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 16.141 orang dinyatakan sembuh, 2.056 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 275 lainnya meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

“Penambahan hari ini kasus positif ada di angka 310, tertinggi selama pandemi,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Kamis (24/6/2021).

Tak hanya itu, Bima Arya memaparkan, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) hingga Rabu (23/6/2021) di rumah sakit rujukan Covid-19 mencapai sekitar 83,5 persen dari 873 tempat tidur yang tersedia di 21 rumah sakit rujukan di Kota Bogor. Angka tersebut jauh dari ambang batas yang ditetapkan oleh WHO yakni sebesar 60 persen.

“Keterisian tempat tidur di angka 83,5 persen. Rumah sakit semakin penuh. Klaster terbanyak adalah keluarga dan diikuti dari klaster luar kota,” tambahnya.

Menurut Bima, berdasarkan penelitian Dinas Kesehatan Kota Bogor, tingginya lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor berasal ada dua klaster penularan, yakni klaster keluarga, dan klaster luar kota.

“Klaster keluarga kalau dibedah lagi, asalnya kebanyakan dari klaster luar kota juga. Warga Kota Bogor yang bekerja di luar kota, terutama Jakarta, tertular Covid-19 dan menularkan anggota keluarganya,” ujarnya.

Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor akan melakukan beberapa langkah. Salah satunya yakni dengan menambah tempat tidur dan ruang isolasi di semua rumah sakit minimal 30 persen. Lalu, menambah fasilitas isolasi bagi pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Bima menargetkan, penambahan tempat tidur isolasi tersebut bisa dicapai dalam satu pekan. “Ditargetkan dalam waktu satu minggu, ruang isolasi dan tempat tidur sudah bisa diakses bagi warga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *