Kota Bogor Jadi Kota Pertama Plastic Smart Cities

  • Whatsapp
Foto bersama setelah penandatanganan kerjasama Deklarasikan Plastic Smart Cities, di teras Balaikota Bogor, Kamis (26/8/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Dengan tantangan sampah yang terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang pesat, kurangnya atau terbatasnya pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara resmi bergabung dengan inisiatif Plastic Smart Cities dengan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia (juga dikenal sebagai World Wildlife Fund).

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan inisiasi WWF bersama kota-kota di seluruh dunia dengan inisiatif Plastic Smart Cities dalam upaya kolektif untuk menghilangkan plastik dari alam pada tahun 2030.

WWF adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah konservasi, penelitian, dan restorasi lingkungan. Sekaligus organisasi konservasi independen terbesar di dunia.

Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang mendeklarasikan menerapkan Plastic Smart Cities Penandatangan secara langsung dilakukan Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Ketua Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia, Alexander Rusli di teras Balaikota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Kamis (26/8/2021).

Bima Arya menegaskan, Kota Bogor siap menjadi pilot project, mulai dari lokasi hingga resources (sumber daya). Bahkan jika diperlukan akan dialokasikan dalam APBD untuk mendukung modal lain yang sudah dimiliki Kota Bogor.

“Hari ini kita harus melangkah jauh, bukan hanya awareness (kepedulian) tetapi juga action (aksi) untuk memastikan rantai pengelolaan sampah rapi dan semakin kuat dari hulu ke hilir,” kata Bima, di teras Balaikota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Kamis (26/8/2021).

Menurutnya hal itu sebagai langkah awal untuk menguatkan rantai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dan momentum yang ada sangat tepat, ketika di masa pandemi menjadi concern dengan public health dan kebersihan lingkungan.

Kota Bogor kata Bima, patut bersyukur karena memiliki dukungan yang kuat dari civil society, komunitas dan berbagai pihak yang sangat peduli terhadap lingkungan. Mulai dari data, resources (sumberdaya), advice (saran) konsep, dibangun jaringan tidak hanya nasional tetapi juga internasional.

“Itu modal yang luar biasa. Awareness is one thing but action another thing (kesadaran adalah satu hal tetapi tindakan adalah hal lain), awareness tidak pernah putus. Namun hari ini kita tidak cukup hanya membangunkan awareness tanpa dibarengi dengan action. Dan hari ini kita melihat entry point untuk terus action dan ke depan. Kolaborasi adalah modal, tapi tidak akan cukup jika tidak ada action,” bebernya.

Badan Pengurus Yayasan WWF Indonesia, Prof. Ani Mardiastuti menyatakan, perjanjian kerjasama deklarasi Plastic Smart Cities antara Pemkot Bogor dengan Yayasan WWF Indonesia merupakan langkah yang lebih dalam usaha mengurangi dan mengelola sampah plastik, selain itu juga menjadi inisiatif yang sangat baik.

“Sebagaimana yang disampaikan perwakilan WWF Internasional, John Duncan, ini merupakan inisiatif tingkat regional yang ada di 19 kota dan 5 negara. Sebagai warga Bogor tentunya saya merasa bangga karena Kota Bogor menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan Plastic Smart Cities,” kata Ani yang juga dosen di Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University.

Plastic Smart Cities berkomitmen untuk menerapkan praktik terbaik global yang mencegah, meminimalkan, dan mengelola plastik, baik sebagai sumber daya, maupun sebagai limbah.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *