Kota Bogor Belum Memberlakukan Sertifikat Vaksin Covid-19 Sebagai Syarat Aktivitas Warga

  • Whatsapp
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto (tengah) saat memberikan keterangan pers di Balaikota Bogor, Selasa (3/8/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Pemerintah mewajibkan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat perjalanan jarak jauh di dalam negeri. Aturan ini diterapkan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat Darurat (PPKM) Darurat.

Dokumen bertajuk Panduan Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat pada PPKM Darurat di Provinsi-Provinsi di Jawa dan Bali menyebut syarat kartu vaksinasi Covid-19 wajib bagi penumpang di seluruh moda transportasi.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengkaji pemberlakuan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat warga beraktivitas. Hal itu akan dilakukan bila capaian vaksinasi Kota Bogor di atas 50 persen.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Balaikota Bogor, Selasa (3/8/2021). Menurutnya, sertifikat vaksin Covid-19 bisa saja digunakan untuk aktivitas warga mengakses tempat publik, seperti mal, pusat perberbelanjaan, atau tempat wisata, dan lain sebagainya. Tetapi untuk saat ini Kota Bogor belum memberlakukan kebijakan tersebut.

“Kebijakan sertifikat yang diberlakukan untuk mengakses tempat-tempat, kami pastikan harus kita kaji terlebih dahulu,” kata Bima, Selasa (3/8/2021).

Sebab bila memberlakuan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat aktivitas warga, terlebih dahulu Kota Bogor melakukan akselerasi percepatan vaksinasi. Saat ini, vaksinasi Kota Bogor baru mencapai 36,5 persen untuk dosis pertama dan 17,8 persen untuk dosis kedua dari 819.444 sasaran penerima vaksin di Kota Bogor.

“Capaiannya 36 persen, kalau vaksinnya lancar ya akhir Agustus saya kira In Syaa Allah sudah bisa mendekati 50 persen. Tapi sekali lagi tergantung stok vaksinnya,” ujarnya.

Bima menyebutkan, DKI Jakarta bisa memberlakukan sertifikat vaksin Covid-19 Kota Bogor untuk mengakses tempat publik, karena kata Bima, memang capaian vaksinasi di DKI Jakarta sudah tinggi sudah sekitar 80 persen dan sangat mudah.

Kendati demikian, Bima menyebutkan, untuk di Kota Bogor berbeda dan semua kota di Indonesia masih belum bisa seperti di DKI Jakarta.

“Pemberlakuan sertifikat vaksin ini sangat tergantung juga kepada capaian target vaksin. Semakin banyak presentasenya kita bisa,” pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *