Kontraktor Double Track Perbaiki Jalan Cipaku, Warga Sekitar Dilibatkan

Kontraktor Double Track melakukan perbaikan Jalan Cipaku (heri/ceklissatu)

BOGOR, CEKLISSATU – PT Nindya Karya salah satu kontraktor proyek double track akhirnya menjawab keluhan masyarakat dengan memperbaiki Jalan Cipaku yang rusak. Perbaikan jalan tersebut dimulai di sekitar area stasiun Batutulis hingga Jalan Cipaku.

Public Relations dan Humas PT Nindya Karya (NK), Agung Nugraha mengatakan, perbaikan jalan tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga dalam hal ini vendor yang ditunjuk oleh perusahaan. Meski menunjuk vendor, namun dalam proses pengerjaannya tetap melibatkan warga sekitar.

Bacaan Lainnya

“Ini memang tanggung jawab kita. Namun perbaikannya kita lakukan dengan sistem temporary (sementara) atau tambal sulam, karena proyek double track belum rampung dan masih adanya mobilitas keluar masuk kendaraan besar,” kata Agung.

Agung menuturkan, perbaikan jalan ini juga disaksikan langsung oleh LPM Lawanggintung dan pengurus RT, RW sekitar. “Ya, kita juga untuk perbaikan jalan ini bukan hanya melibatkan masyarakat saja, tetapi kita pun mengundang LPM dan juga pengurus RT dan RW,” ujarnya.

Sementara untuk pengerjaannya dilakukan di malam hari, tujuannya agar tidak mengganggu aktivitas warga dan juga lalu lintas di sepanjang jalur tersebut. “Yang kita perbaiki saat ini memang kondisi jalannya yang betul-betul parah. Kedepan, apabila sudah tidak ada lagi kendaraan besar keluar masuk proyek, kita akan lakukan perbaikan secara permanen dan ini memang sudah tanggung jawab kami. Artinya, kita akan mengembalikan kondisi jalan ke semula,” katanya.

Ia mengatakan, proyek double track yang saat ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya ditargetkan rampung di bulan Februari 2022 mendatang. “Jadi, kami harap masyarakat maupun para pengendara harap bersabar, karena memang sudah tanggung jawab kita apabila proyek selesai akan kita perbaiki secara permanen,” tandasnya.

Dengan adanya perbaikan jalan itu pun mendapat tanggapan positif dari warga dan juga pengendara, seperti halnya dikatakan Haerul (41) warga Dekeng. Ia mengatakan, jalan-jalan yang rusak akibat dampak pembangunan double track itu memang selayaknya cepat diperbaiki, sebab untuk kelancaran dan juga keselamatan pengendara saat melintas.

“Saya setiap hari pulang pergi kerja selalu melintas jalan tersebut, karena memang satu-satunya akses jalan yang dekat ke tempat pekerjaan,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *