Kisah pilu Ghifari jadi yatim piatu karena Covid-19 dan diangkat jadi anak asuh Polres Sukoharjo

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Covid-19 nyata dan bisa merenggut nyawa siapapun tanpa pandang bulu. Tak terkecuali kedua orang tua Azhar Al Ghifari Putra Setyawan bocah berusia delapan tahun, warga Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah yang harus tegar menghadapi kenyataan bahwa dirinya kini yatim piatu.

Pilunya kisah Ghifari, sapaan akrabnya, dituangkan oleh Bude Ghifari yakni Eni Sulistiawati seperti disimak Hops.id di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (10/8/2021). Dikatakan Eni, Ghifari adalah anak yang ceria namun memang pendiam seperti sang ayah. Pasca-kepergian kedua orang tuanya menghadap Sang Khalik untuk selamanya, Ghifari kerap terlihat menangis dan melamun.

Bacaan Lainnya

“Pada tanggal 11 Juli itu, Ibunya Ghifari cerita ke saya kalau dia masuk angin dan ada pilek. Saya tanya apa ada sesak nafasnya? Katanya nggak. Beberapa hari kemudian saya tanyakan lagi ke dia, kata dia sudah baikan kok,” kisah Eni menceritakan kronologis wafatnya Ibu Ghifari yakni Haryati.

Namun kenyatannya, kondisi Ibu Ghifari malah makin memburuk. “17 Juli itu makin nge-drop. Saya kerumahnya katanya sudah nggak kuat. Sore dibawa ke rumah sakit. Mendapat perawatan,” ujar Eni.

Setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit rujukan Covid-19 di RSUD dr Moewardi Solo, Haryati menghembuskan nafas terakhirnya dengan saturasi oksigen dibawah 50.

“Saya diberi tahu jantungnya sudah berhenti. Saya lemas,” tutur Eni.

Kemudian pada Jumat (23/7/2021), ayah Ghifari, Deni Budi Setyawan mengalami sakit dengan gejala sama, yaitu demam, batuk dan sesak napas. Namun sayangnya, Deni tak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit karena tidak tersedianya oksigen.

“Waktu itu saya membawa ayahnya Ghifari ke PKU Sukoharjo. Di sana tidak ada tabung oksigen, padahal saturasinya sudah 71. Akhirnya kami bawa pulang ke rumah,” kisah Eni.

Eni bersama keluarga lain lantas mencarikan tabung oksigen dari satu agen ke agen lainnya. Bahkan pencarian oksigen dilakukan sampai di Kota Solo dan akhirnya mereka mendapatkannya.

“Hanya dapat tabungnya saja. Lalu kami nyari selang tabung oksigen. Begitu dapat dan mau dipasang, adik saya yang juga Bapaknya Ghifari sudah meninggal dunia,” kata Eni terbata-bata.

Pada hari yang sama,kakek Ghifari yakni Sutrisno juga meninggal dunia di rumah sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo. Kakek bocah tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan virus corona.

Eni pun tak menyangka bakal kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus dalam hitungan hari. Ghifari pun baru mengetahui jika kedua orang tuanya telah tiada beberapa hari setelah kepergian mereka.

Sejak kepergian orang tuanya ini, Eni menuturkan jika Ghifari kerap melamun. “Kami kasih hiburan main game di HP atau belikan jajanan,” ujar Eni.

Untuk sementara ini, Ghifari tinggal bersama sang nenek dan paman. Nenek dan pamannya memang selama ini tinggal bersama dalam satu lingkungan rumah.

Jadi anak asuh Polres Sukoharjo

Mendapat laporan perihal kondisi Ghidari yang menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya wafat karena Covid-19, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan memaparkan bahwa Ghifari diangkat menjadi anak asuh Polres Sukoharjo.

“Cerita awalnya itu saya audiensi bersama Bhabinkamtibmas dan saya tanyakan apa permasalahan yang ditemukan di lapangan. Salah satu Bhabinkamtibmas melaporkan bahwa ada satu keluarga yang anaknya menjadi yatim piatu karena ayah dan ibunya meninggal. Kakeknya juga meninggal dalam waktu hanya berselang tiga hari dari ibunya,” papar Wahyu seperti dilihat di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Wahyu melanjutkan, tempat tinggal Ghifari hanya berjarak satu kilometer dari Polres Sukoharjo. “Sangat dekat dan saya berpikir Polres Sukoharjo jangan sampai malah terasa jauh dengan warga masyarakat. Maka Adik Ghifari ini kami angkat menjadi anak asuh Polres. Kami pantau perkembangannya. Ada bhabinkamtimbas yang kami berikan akses komunikasi dengan budenya. Kami juga menyediakan guru bimbingan konseling untuk perkembangan Ghifari,” papar Kapolres.

Mendapatkan bantuan ini, Bude Ghifari Eni Sulisiawati merasa bersyukur. “Alhamdulillah masih ada yang peduli sama keponakan saya. Selama pandemi ini saya sendiri juga kesusahan. Penghasilan saya hampir tidak ada karena pekerjaan saya juga sama kayak ayah ibunya Ghifari, jualan makanan keliling. Terima kasih Pak Kapolres, Pak Dandim, terima kasih Pak Presiden. Alhamudlilah ini keponakan saya juga dapat SPP gratis sampai lulus nanti kelas enam SD dari sekolahnya sudah kesini,” tutur Eni.

Kapolres juga terus menyemangati Ghifari agar tetap tegar dan kuat. “Saya berharap kita sama sama melangkah ke masa depan. Kejadian ini sudah berlalu. Ghifari harus disiapkan masa depannya. Harus semangat walau kedua orang tuanya sudah wafat. Masih ada keluarga besarnya dan tentunya kami di Polres Sukoharjo yang tidak jauh dari tempat tinggalnya selalu siap memberikan dukungan untuk Ghifari,” pungkas Wahyu Nugroho.

Sumber : hops.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *