Ketua MUI Sebut Banyak Gerakan Radikalisme dan Terorisme Lahir dari Kotak Amal

BOGOR, CEKLISSATU РKetua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH Mukri Aji meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar melakukan pengawas sebaran kotak amal memiliki alasan muat. Karena, radikalisme itu lewat situ. Lewat gaya-gaya sedekah. Dan ini sudah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

” maka dari itu kami ingin mencegah,” kata Mukri Aji.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, potensi lahirnya gerakan radikalisme berkedok sumbangan kotak amal itu semakin besar. Karena Kabupaten Bogor merupakan daerah penyangga Ibu Kota yang dimana menjadi satu wilayah transaksi yang cukup besar.

“Semua permainan ada di sini (Kabupaten Bogor-red). Makannya kami lakukan deteksi dini, jangan sampai kecolongan seperi daerah lain. Harus lebih cepat,” tegasnya.

Sebelumnya, keinginan MUI yang dituangkan dalam Ijtima Ulama itu juga mendapatkan dukungan dari Bupati Bogor, Ade Yasin.

Sebab, sumbangan yang biasanya tersebar di tempat ibadah, pertokoan dan tempat lainnya ini disinyalir dikhawatir menjadi gerbang gerakan radikalisme dan terorisme.

“Jadi memang ini harus kita awasi, kotak amal itu dari mana dan untuk siapa itu harus jelas. Kotak amal ini kan banyak, dan khawatir itu digunakan untuk gerakan radikalisme. Jadi harus lebih selektif menerima atau menyumbangkan ke kotak amal,” ungkap Ade Yasin.

“Jadi kami meminta semua aparat di bawah, RT, RW, Desa, dan Kecamatan untuk ikut mengawasi hal ini,” kata Ade Yasin.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *