Ketua Geng Motor Pembacok Ojol Diringkus Polisi

  • Whatsapp
Pelaku pembacokan terhadap sopir ojek online (ojol) di kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR), Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor (Heri/Ceklissatu.com)

BOGOR, Ceklissatu.com – Pelaku pembacokan terhadap sopir ojek online (ojol) di kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR), Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang dilakukan geng motor akhirnya diringkus polisi.

Pelaku bernama Girey Haikal Ramadhan alias Girey yang mengenakan baju tahanan berwarna biru itu hanya bisa tertunduk lesu dan tak berdaya saat dirinya digelandang jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota dihadapan awak media.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, bahwa Girey Haikal Ramadhan alias Girey yang masih berstatus pelajar ini merupakan Ketua Geng Motor bernama Team Baru Nyebur yang juga pelaku pembacokan terhadap seorang sopir ojol di wilayah Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Jadi, Girey ini ketua geng motor bernama Team Baru Nyebur yang melakukan pengeroyokan sekaligus pembacokan terhadap sopir ojol di Cibeureum Mulyaharja, yang terjadi pada Minggu pagi tanggal 24 Oktober lalu, sekitar pukul 04.00 WIB,” ungkap Susatyo kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Ia menjelaskan, sesaat sebelum melakukan aksi kekerasan terhadap ojol itu geng motor Team Baru Nyebur yang di ketua Girey ini melakukan wara wiri mencari musuh dengan tujuan agar geng motornya itu di kenal oleh geng geng motor lainnya yang ada di Kota Bogor.

“Geng motor ini beranggotakan 30 orang. Nah mereka ini mencari musuh dengan maksud supaya dikenal oleh geng motor lain. Kemudian sang Ketua Geng Motor yaitu Girey melakukan pembacokan terhadap korban bernama Ahyar dengan luka di bagian kepala dan Alpin luka sobek bagian jari tengah tangan sebelah kanan,” jelasnya.

Kini, tersangka Girey Haikal Ramadhan alias Girey harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

“Tersangka terjerat pasal 170 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan hukuman selama-lamanya sembilan tahun penjara jika kekerasan tersebut mengakibatkan luka berat,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *