Keterlambatan Proyek Tanah Baru Sudah Terprediksi, Kontraktor Harus Bayar Denda

Pembangunan Pasar Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor (Tabroni/Ceklissatu.com)

BOGOR, CEKLISSATU – Kontraktor proyek Pasar Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, akhirnya menerima pil pahit lantaran tak bisa menyelesaikan proyek pekerjaan pembangunan pasar tersebut yang menelan dana APBN Rp 3,4 miliar, sesuai tenggat waktu yang disepakati yaitu pada Minggu (26/12) lalu.

Dengan keterlambatan proyek tersebut, kontraktor harus membayar sanksi denda sebesar Rp Rp3,4 juta per hari.

Bacaan Lainnya

Kabid Pengembangan Perdangangan dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga pada Disperdagin Kota Bogor, Dede Sholeh menuturkan, sesuai dengan aturan yang ada, pihaknya memberlakukan denda keterlambatan 1/1.000 permil perharinya dari sisa bobot pekerjaan yang belum diselesaikan.

“Artinya, kontraktor Pasar Tanahbaru akan dikenakan denda senilai Rp3,4 juta perharinya. Sesuai aturan, kita berlakukan denda keterlambatan 1/1.000 perhari dari sisa bobot pekerjaan yang belum (selesai),” kata Dede, Selasa (28/12/2021).

Menurutnya, untuk progres pekerjaan yang baru diselesaikan hingga Minggu (26/12/2021), pihak kontraktor baru menyelesaikan sebesar 94,86 persen. Terhitung sejak Senin (27/12/2021), kontraktor diberikan waktu 50 hari kerja untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang belum terselesaikan.

“Sisa pekerjaannya yang sifatnya pabrikasi, dilapangan tinggal pemasangan seperti kusen jendela/pintu dan M/E,” ujarnya.

Sebelumnya, Kadisperdagin Kota Bogor Ganjar Gunawan mengaku, per tanggal 26 Desember, pekerjaan pembangunan Pasar Tanah Baru yang menelan anggaran senilai Rp3,4 miliar dari dana APBN itu baru mencapai 95 persen. Sekarang, pihak pelaksana masih melakukan sisa pekerjaannya.

Kendati demikian, berdasarkan aturan pengadaan barang dan jasa, kontraktor diberikan waktu selama 50 hari kerja untuk menyelesaikan kekurangan pekerjaannya. Disamping itu, mereka juga dikenakan denda perharinya hingga pekerjaan selesai.

“Selama kerjaan belum beres, maka denda berjalan. Kalau misalnya ternyata dibawah 50 hari sudah beres, misal 1 minggu setelah kontrak abis itu bisa beres, ya dendanya hanya seminggu,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *