Kepala Terminal Kalideres : Para Karyawan PO AKAP Harus Bekerja Sistem Marketing

Foto, Kepala Terminal Kalideres Jakarta Barat Revi Zulkarnaen bersama Waka Polsek Kalideres Polres Jakarta Barat AKP Julianto tengah menggembleng para karyawan PO AKAP.

JAKARTA, Ceklissatu.com – Pada masa pandemi covid-19 di posisi Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Trasisi menuju normal baru petugas Dinas Perhubungan dan Jajaran Kepolisian Polsek Kaliseres Polres Jakarta Barat menggembleng para karyawan Perusahaan Otobus (PO) yang ada di Terminal Kalideres Jakarta Barat, Senin ( 10/8/2020).

Kepala Terminal Kalideres Jakarta Barat Revi Zulkarnaen ketika dihubungi mengatakan, penggemblengan yang diberikan bersifat sosialisasi tersebut, supaya para karyawan PO bisa bekerja sistem marketing.

“Kami berharap para karyawan PO Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) supaya bekerja dengan sisyem marketing. Jadi ada aturannya bekerja, ketika menghadapi para calon penumpang diterima dengan sopan santun. Biarlah para calon penumpang mendapatkan rasa aman dan nyaman,” kata Revi, Selasa (11/8/2020).

Terkait pelayanan, lanjut Revi, pelayanan di Terminal Kalideres pada masa PSBB transisi covid-19 menuju normal baru akan melakukan perubahan dari paradigma lama menuju paradigma baru.

“Artinya, para karyawan PO AKAP jangan lagi bekerja menarik-narik dan memaksa calon penumpang karena cara itu adalah pelanggaran dan akan membua penumpang tidak nyaman. Untuk itu kami mengimbau para karyawan PO harus bekerja meninggalkan cara keburukan lama,” ujarnya.

Sementara itu, Waka Polsek Kalideres Polres Jakarta Barat AKP Julianto dalam upaya sosialisasi tata cara kerja terhadap para karyawan PO di Terminal Kalideres agar tidak melakukan pemaksaan lagi kepada calon penumpang yang hendak menggunakan transportasi bus AKAP di terminal Kalideres.

“Sosialisasi ini kami bersama petugas Terminal Kalideres karena seringkali mendapat informasi yang tidak sedap, bahwa adanya sejumlah karyawan PO terhadap para calon penumpang dilakukan pemaksaan. Untuk itu kami berharap jangan ada lagi pemaksaan, justru karyawqn PO harus memberikan rasa aman dan menjaga kamtibmas,” jelas Julianto.

Editor: Edwin Suwandana

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *