Kena PHK, Karyawan Ramayana Minta Haknya Dibayar Sesuai Undang-undang

  • Whatsapp

DEPOK, Ceklissatu.com – Sebanyak 120 karyawan toko swalayan, Ramayana secara resmi di Putus Hubungan Kerja (PHK), lantas mereka menuntut agar haknya terpenuhi sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami akan melakukan konsolidasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Depok,” kata Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Ramayana Lestari Sentosa, Kurniati saat dikonfirmasi Rabu (8/4).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, karyawan juga akan melakukan konsolidasi dengan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) kalau saja tidak ada langkah yang pasti dari pihak pemerintah.

Namun disamping itu, karyawan masih berharap agar pihak manajemen tidak melakukan PHK tersebut.

Kurnia menyatakan, informasi yang diterima oleh karyawan bahwa manajemen telah memutuskan akan menutup selamanya khusus gerai Ramayana di Ciplaza.

Sementara informasi yang diterima oleh karyawan, penutupan toko yang berimbas terhadap PHK ini akibat dampak bencana Covid-19.

Penurunan penjualan akibat Covid-19 telah mengurangi profitabilitas perusahaan dalam menghasilkan revenue.

“Akhirnya mereka memutuskan untuk menekan biaya. Pertama perusahaan sudah menekan biaya listrik akhirnya tidak sanggup akhirnya menggunakan SDM yaitu dengan mem-PHK karyawan,” katanya.

Hanya kata dia pemberlakuan PHK dilakukan secara sepihak bahkan pihak perusahaan hanya membayar satu kali PMTK.

Hal seperti ini pun berlaku bagi seluruh karyawan. Hanya yang membedakan adalah masa kerja.

“Mereka pakai itu untuk memberikan pesangon dan hak mereka di pasal 64 ayat c bahwa karyawan di PHK dengan satu kali PMTK. Satu kali PMTK itu sembilan bulan gaji. Di UU ada PMTK 9 bulan gaji,” ungkap Kurniati.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *