Keluarga Korban Tragedi Susur Sungai Ciamis Belum Mendapatkan Kepastian Hukum

  • Whatsapp

CIAMIS,Ceklissatu.com-Sudah hampir satu bulan tragedi susur sungai terjadi yang merenggut nyawa 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Ciamis, Jawa Barat, akibat tenggelam di sungai Cileueur, Kecamatan Cijeungjing, 15 Oktober 2021 lalu. Tapi hingga kini pihak keluarga korban belum mendapatkan kepastian hukum terkait pihak yang harus bertanggung jawab dalam tragedi susur sungai tersebut.

Salah satu keluarga korban, Mimin Mintarsih (52) dan Ai Handini (32), orang tua dan kakak dari korban tewas Aditya Maulana, warga Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat, tengah menangis tersedu bersama keluarga korban lainnya yaitu Aldo warga Majalengka, Jawa Barat yang berhubungan melalui sambungan panggilan video Whatsapp. Isak tangis semakin tidak terbendung ketika keduanya melihat foto almarhum Aditya Maulana dan Aldo.

Bacaan Lainnya

Baik pihak keluarga Aditya Maulana maupun Aldo berharap, pihak berwajib bisa segera menetapkan tersangka yang bertanggung jawab atas tragedi susur sungai. Keluarga Aditya Maulana merasa semakin kecewa lantaran menjelang 40 hari tragedi susur sungai, belum ada tersangka yang menyebabkan 11 siswa MTs Harapan Baru meninggal dunia.

“Semakin lama kami menunggu kepastian hukum, luka ini semakin terasa berat, kami berharap polisi bisa segera menentukan proses hukum bagi yang bertanggung jawab dalam tragedi susur sungai itu,” ucap Ai Handini, Jum’at (12/11/21).

Hal senada juga diungkapkan oleh ibunda Aldo yang berbicara sambungan panggilan video Whatsapp. Ibunda Aldo menilai, proses hukum tragedi susur sungai tersebut terlalu lama untuk menetapkan tersangka.

“Ini memang takdir tapi bukan berarti tidak ada pihak yang bertanggung jawab, kami hanya ingin ada kepastian hukum,” ujar Ibunda Aldo.

Sementara itu, Polres Ciamis hingga kini masih terus melakukan pendalaman terhadap penyelidikan tragedi susur sungai. Sejumlah saksi termasuk pihak pembina dan kakak kelas sudah dimintai keterangan. Bahkan beberapa waktu lalu, korban selamat tragedi susur sungai mendapatkan trauma healing. Tapi saat dimintai penjelasan oleh awak media, Kapolres Ciamis, AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan , penanganan kasus ini berbeda lantaran melibatkan anak-anak di bawah umur dan harus dilakukan secara hati-hati untuk menjaga psikologis korban.

“Kami akan sampaikan kepada teman-teman media soal proses hukum susur sungai di lain kesempatan karena penanganan kasus ini berbeda dan perlu kehati-hatian,” ucap AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi kepada awak media.

Aditya Maulana terakhir berkomunikasi dengan keluarga di pagi hari sebelum tragedi susur sungai terjadi pada Jumat siang (15/10/2021). Ai Handini, kakak Aditya Maulana mengungkapkan, adiknya sempat menghubunginya melalui pesan Whatsapp menggunakan ponsel salah satu gurunya. Aditya Maulana menyampaikan bahwa uang jajan kiriman keluarganya sudah diterima.

“Di chat WA (Whatsapp) itu adik saya tidak mengatakan akan ada kegiatan susur sungai, kalau saja dia (Aditya Maulana – RED) memberitahu, saya tidak akan izinkan dia untuk ikut dalam kegiatan itu,” ujar Ai Handini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *