Kecewa Layanan IndiHome, Warga Bogor Siapkan Jalur Hukum Gugat PT Telkom

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Ari Munandar salah satu pelanggan IndiHome di Bogor, Jawa Barat melayangkan surat somasi kedua kepada PT Telkom Bogor atas pelayanan yang dinilai merugikan dirinya selaku konsumen.

“PT Telkom Bogor dinilai diskriminatif, dan tidak mematuhi aturan terkait kebijakan kompensasi bebas denda dan perpanjangan masa bayar dari dampak gangguan jaringan JASUKA (Jawa, Sumatra, dan Kalimantan) pada September 2021,”ungkapnya, Senin (15/11/2021).

Bacaan Lainnya

Ari menceritakan, dirinya mengalami pemutusan jaringan IndiHome secara sepihak pada tanggal 21 september 2021.

Alasannya, konsumen yang terdaftar sebagai pelanggan Platinum Indihome ini terlambat melakukan pembayaran di bulan September 2021.

Padahal, ungkap Ari, PT Telkom Indonesia melalui Vice President Marketing Management E. Kurniawan menyatakan akan memberikan kompensasi bebas denda dan perpanjangan masa bayar, termasuk kompensasi gratis open channel dari tanggal 26 September hingga 15 Oktober 2021 sebagai dampak gangguan jaringan JASUKA.

“Kompensasi itu tidak didapatkan oleh saya. Seharusnya pihak Indihome Telkom Bogor tidak melakukan pemutusan jaringan sepihak apabila patuh dan taat terhadap kebijakan PT Telkom terkait adanya perpanjangan pembayaran hingga 25 September 2021,” jelas Arinya.

Oleh karena itu, kata Ari, meminta kepada PT Telkom Bogor melakukan klarifikasi atau penjelasan terkait kejadian itu.

Ia juga membeberkan, ini merupakan somasi kedua yang dilayangkan dirinya kepada PT Telkom Bogor.

Ari menyatakan, jika pada somasi lanjutan ini belum juga mendapat penjelasan serta permintaan maaf maka ia akan menempuh jalur hukum.

Patut diduga pula terdapat pelanggaran hukum seperti apa yg sudah diatur di dalam  Undang-Undang Perseroan terbatas (UPT)  tambahnya.

“Ini somasi kedua. Ini juga patut diduga telah terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan IndiHome sebagaimana diatur dalam Undang-undang darurat tahun 1955 tentang pengusutan dan peradilan tindakan ekonomi yang dilakukan koperasi atau badan usaha,” tutur Ari.

“Ini patut diduga ada pelanggaran hukum seperti yang diatur dalam Undang-undang Perseroan Terbatas,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak PT Telkom Bogor belum dapat memberikan pernyataan atas polemik tersebut. Saat dilakukan konfirmasi melalui telepon belum merespon.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *